ASPEKTUALITAS DALAM BAHASA MINANGKABAU
DOI:
https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v13i1.43889Kata Kunci:
Aspektualitas, Bahasa MinangkabauAbstrak
ABSTRAKPenelitian yang berjudul “Aspektrualitas Bahasa Minangkabau” ini menggambarkan situasi yang terjadi pada tataran frasa verbal. Tujuan penelitian ini mengungkapkan situasi yang terjadi melalui pemarkah aspektualitas pada tataran frasa verbal dalam bahasa Minangkabau terutama kategori verba sebagai unsur inti dan pemarkah aspektualitas sebagai atribut atau penjelas situasi yang membentuk frasa verbal. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan menggunakan pendekatan struktural, yakni prinsip kesatuan bentuk dan makna merupakan titik tolak analisis. Selanjutnya, data dalam penelitian ini merupakan data frasa verbal berbahasa Minangkabau yang mengungkapkan situasi yang terjadi. Sumber data yang digunakan bersumber dari Surat Kabar Singgalang terbitan Sumbar yang menggunakan bahasa Minangkabau. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menyimak penggunaan bahasa. Teknik yang digunakan adalah teknik catat. Untuk menganalisis data digunakan metode agih. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini merupakan teknik perluasan, teknik ganti, serta teknik lesap. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah pemarkah aspektualitas inkoatif, progresif; kontinuatif, duratif, terminatif, iteratif, habituatif, semelfaktif, intensif, diminutif, finitif .Kata-Kata Kunci: Aspektualitas, Bahasa Minagkabau ABSTRACTThe research entitled "Aspecttruality of Minangkabau Language" describes a situation that occurs at the level of verbal phrases. The purpose of this study is to reveal situations that occur through aspectuality markers at the level of verbal phrases in Minangkabau language, especially the verb category as the core element and aspectuality markers as attributes or situation descriptions that form verbal phrases. The method in this study uses a descriptive method and uses a structural approach, namely the principle of the unity of form and meaning is the starting point of the analysis. Furthermore, the data in this study are verbal phrases in Minangkabau language which reveal the situation that occurred. The data source used comes from the Singgalang Newspaper published by West Sumatra, which uses the Minangkabau language. The data collection method is done by listening to the use of language. The technique used is note-taking technique. To analyze the data used distribution method. The techniques used in this study are expansion techniques, replacement techniques, and disappearance techniques. The results found in this study are incoative aspectuality markers, progressive ; continuous, durative, terminative , iterative, habituative, selfactive, intensive, diminutive , finitive .Keywords : Aspectuality, Minangkabau LanguageReferensi
Alwi, dkk. 2010. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.
Arifin, Syamsir, dkk. 1981. Kata Tugas Bahasa Minangkabau. Jakarta P3 B Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Ashrianty, Ratna Yulida, dkk. 2019. “Aspektuaitas Bahasa Sasak”. Prosiding Seminar Nasional FKIP Universitas Mataram 11-12 Oktober
Astri, N. D. & Oktaviandi Bertua Pardede. 2022. “Aspektualitas dalam Bahasa Jawa
Ngoko” Vol. 978-623. Jurnal Eureka Media Aksara. Anggota IKAPI Jawa Tengah.
Ayub, Asni, dkk. 1993. Tata Bahasa Minangkabau. Padang: P3 B Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sumbar.
Bungatang. 2017. “Makna Aspektualitas Afiksasi dan Reduplikasi Bahasa Bugis”. Jurnal Retorika. Vol. 10. No.1 Februari. 1-71
Chaer, A. 2015. Lingusitik Umum. Rineka Cipta.
Chrystal, & David. 2008. A Dictionary of Linguistics and Phonetics. Blackwell Publishing.
Comrie, Bernard. 1978. Aspect and Introduction to the Study of Verbal Aspect and Related Problems. Cambridge: University Press.
Djajasudarma, & Hj. T. Fatimah. 1985. “Aspek”, Kala/Adverbia Temporal dan Modus". Dalam Bambang Kaswanti Purwo (ed.) Untaian Teori Sintaksis 1970-1980-In. Arcan.
Kridalaksana. 2008. Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Lyons, & Jhon. 1978. Introduction to Teoritical Liunguistic: Tenses, Mood, Aspects. Cambridge: University Press.
Oktavianti, Ikmi Nur, & Icuk Prayogi. 2018. “Realisasi Temporalitas,
Aspektualitas, dan Modalitas dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia”. Adabiyyat: Jurnal Bahasa Dan Sastra, Vol. II. No.2 Desember. 181-201. ISSN (online)
Pribady, Haries, & dkk. 2016. “Aspektualitas Bahasa Melayu Dialek Sambas”. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, Vol. I. No.2 September. 76-82
Rahmania. 2010. ”Aspektualitas dalam Bahasa Muna”.
Ramlan. 2005. Sintaksis. Karyono.
Rasyad, dkk. 1985. Frase Bahasa Minangkabau. Padang: P3 B Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sumbar
Rahmania. 2010. Aspektualitas dalam Bahasa Muna. Sulawesi Tenggara: Kementrian Pendidikan Nasional
Samsuri. 1982. Analisis Bahasa. Erlangga.
Saibi, Elvina A. 2015. “Situasi Waktu Internal Verba Aspektualitas Bahasa Minangkabau”. Prosiding Seminar Tahunan Linguistik (MLI). Universitas Pendidikan Indonesia (SETALI) Tingkat Internasional. Program Studi Linguistik.
Sudaryanto. 2015. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Lingual. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.
Sugerman, dkk. 2021. “Entitas Aspektualitas Bahasa Daerah dan Pengintegrasiannya pada Mata Pelajaran Muatan Lokal di SMA”. Vol.2 No.3 (182-192) Ainara Jurnal: Jurnal Penelitian Dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan, 2.
Sumarlam. 2004. Aspektualitas Bahasa Jawa: Kajian Morforlogi dan Sintaksis. Surakarta Pustaka Cakra.
Tadjuddin, Moh. 1993. Pengungkap Makna Aspektualitas Bahasa Rusia dalam Bahasa Indonesia. Jakarta:P3B Sastra Indonesia dan Daerah.
Tadjuddin, Moh. 2005. Aspektualitas dalam kajian Linguistik. Bandung: PT Alumni.
Verhaar, J.M.W. 2010. Asas-asas Linguistik Umum. Gajah Mada University Press.
Wadi (50 tahun). 2021. Warga Padang Utara, 5 Januari. Wawancara
Rani (45 tahun). 2021. Warga Padang Timur, 5 Januari. Wawancara
Ria (40 tahun). 2021. Warga Padang Selatan, 5 Januari. Wawancara
Rina (35 tahun). 2021. Warga Padang Barat, 5 Januari. Wawancara
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










