NASKAH TU?FAH AL-MURSALAH (MAA.021) MASJID AGUNG SURAKARTA; KONSEP POSISI SALIK DALAM MARTABAT MENUJU MAQAM ‘ILAHIYYAH.
DOI:
https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v13i1.45667Kata Kunci:
Filologi, Repertoire, Tassawuf, Tu?fah, Wahdah al-Wuj?d.Abstrak
Syaikh Fadhdlulah Al-Burhanpuri dalam karyanya yang berjudul Tu?fah Al-Mursalah Il? Ar-R?h An-Nabiy mengungkapkan bahwa manusia memiliki posisi khusus yang bisa dilalui atau dijalani dengan berbagai macam cara. Nilai-nilai ketuhanan yang ada dalam diri manusia akan terbangun dan berfungsi sebagai titian yang akan menghantarkan dirinya kepada sang Wuj?d. Dalam teks Tu?fah Al-Mursalah Il? Ar-R?h An-Nabiy; terdapat tujuh martabat manusia dan berahir pada martabat insan kamil yang memiliki arti manusia yang sempurna. Manuskrip yang ada dalam penelitian ini berasal dari perpustakaan Masjid Agung Surakarta dengan kode teks MAA.021. Tujuan Penelitian ini mengungkap bagaimana konsep posisi salik dalam martabat menuju maqam ‘ilahiyyah sesuai dengan yang ada dalam manuskrip Tu?fah. Untuk menjelaskan bagaimana posisi salik dalam maqam ‘ilahiyyah, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode filologis dan metode resepsi sastra Woflgang Iser (Repertoire), dengan pemaknaan pembaca individual terhadap teks maka nantinya konsep-kosep yang ditawarkan oleh Syaikh Burhanpuri dalam manuskrip Tu?fah Al-Mursalah Ila Ar-R?h An-Nabiy bisa dijelaskan dengan lugas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa salik yang melakukan perjalanan spiritual menjadi ‘ins?n k?mil memerlukan pemahaman yang luas mengenai martabat tujuh, sehingga tidak terjebak dalam “wahdah Al-Wuj?d” yang salah, untuk melakukan perjalanan tersebut diperlukan sikap Qurb Far?’id dan Naw?fil kepada memiliki Wujud.Referensi
Al-Jailani, S.A. (2004). Rahasia Sufi. Yogyakarta: Pustaka Sufi.
Adenan, S.I. & Pohan, S.M. (2020). Aqaid Al-Khamsina Menurut Ahlussunnah Wal Jama’ah. al-hikmah Jurnal Theosofi dan Peradaban Islam. 2(2). 215.
Baried, S.B. (1994). Pengantar Teori Filologi. Yogyakarta: Badan Penelitian dan Publikasi Fakultas Seksi Filologi Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada.
Burhanpuri, F. (1739). Manuskrip Tu?fah Mursalah Ila Ruh Nabi. Solo: Masjid Agung Surakarta.
Duriana dan Lihi, A. 2015. Qalbu Dalam Pandangan Al-Ghazali. MEDIASI. 9(2), 29.
Fahrudin. (2016). Tasawuf Sebagai Upaya Bembersihkan Hati Guna Mencapai Kedekatan Dengan Allah. Jurnal Pendidikan Agama Islam-Ta’lim. 14(1). 65.
Iser, W. (1987). The Act of Reading: A Theory of Aesthetic Response. London: The Johns Hopkins University Press.
KBBI, 2023. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, diakses https://kbbi.co.id/arti-kata/khawas tanggal 26 Februari 2023.
Kolis, N. (2018). Ilmu Makrifat Jawa Sangkan Paraning Dumadi Eksplorasi Sufistik Konsep Mengenal Diri dalam Pustaka Islam Kejawen Kunci Swarga Miftahul Djanati. Ponorogo: Nata Karya.
Manshur, F.M. (2007). Kasidah Burdah Al-Bushiry dan popularitasnya dalam berbagai tradisi: Suntingan Teks, terjemahan, dan Telaah Resepsi. Disertasi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Munawir, K.S.B., & Santri. (2012). Sabilus Salikin. Pasuruan: Pondok Pesantren NGALAH.
Rofi’ie, A.H. (2010). Wahdat al Wujud dalam Pemikiran Ibnu Arabi.” Ulul Albab. 13(2). 138.
Sa’dudin, I. (2022). Kajian Filologi (Kajian Ilmu Tauhid). Kabupaten Banyumas: Wawasan Ilmu.
Sangidu. (2002). Konsep Martabat Tujuh Dalam At-Tuchfatul-Mursalah Karya Syaikh Muhamamd Fadhullah Al-Burhanpuri: Kajian Filologis dan Analisis Resepsi. Jurnal Humaniora. 14(1). 7.
Sangidu. (2003). Wachdatul Wuj?d. Polemik Pemikiran Sufistik antara Hamzah Fansuri dan Syamsuddin as-Samatrani dengan Nuruddin ar-Raniri. Yogyakarta: Gama Media.
Sangkan, (2000), Membuka Hijab, diakses dari https://luk.staff.ugm.ac.id/kmi/sufi/Opini/Hijab2.html tanggal 2 Maret 2023.
Setyami. (2012). Repertoire dalam Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Estetik Wolfgang Iser. Tesis. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Ulum, B. (2019). Tradisi Menulis Ulama Indonesia (Abad Ke-19 s.d 21). Jurnal WARAQAT. IV(2). 81.
Yahya, I. (2018). Katalog Naskah Masjid Agung Surakarta. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










