NARASI ORDE BARU DALAM CERPEN-CERPEN LINDA CHRISTANTY
Kata Kunci:
Linda Christanty, Orde Baru, Pelanggaran HAM, NaratologiAbstrak
Linda Christanty merupakan seorang penulis sekaligus jurnalis dan bergerak di dunia aktivis di era Orde Baru. Kepeduliannya terhadap persoalan bangsa dan pihak-pihak marginal tergambarkan dalam karya-karyanya. Analisis terhadap tiga cerpen yang berjudul Kuda Terbang Maria Pinto, Makan Malam, dan Makam Keempat dilakukan untuk melihat bagaimana Orde Baru dinarasikan dalam teks. Oleh sebab itu, penelitian dilakukan menggunakan teori Naratologi Genette untuk melihat narasi Orde Baru melalui tuturan narator dan fokalisator. Hasil dari penelitian menunjukkan berbagai fenomena dan konflik yang terjadi di masa Orde Baru yaitu, konflik politik Timor Timur, Kudeta dan fenomena eksil, serta pergerakan aktivis. Konflik dan peristiwa tersebut menyebabkan terjadinya pelanggaran HAM berupa pembunuhan, kekerasan, dan diskriminasi terhadap pihak marginal. Dalam cerpen-cerpen Linda Christanty, Orde Baru dicirikan sebagai era pemerintahan yang otoriter dan terjadinya pelanggaran HAM. Cerpen-cerpen ini hadir sebagai sindiran, kritikan dan suara kepedulian terhadap apa yang dialami oleh pihak-pihak marginal.Referensi
Aleida, M. (2017). Tanah Air yang Hilang; Wawancara dengan Orang-orang “Klayaban” di Eropa. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara. atas Teks-teks Sastra dan Nonsastra Tahun 1966-1998. Ringkasan Disertasi Fakultas Ilmu Budaya UGM.
Budiman, M. (2013). Sastra dan Industri Budaya Populer dalam Pasar Budaya Indonesia. Paper for Seminar Antarabangsa Kesusasteraan Asia Tenggara (SAKAT) VIII: “Kreativiti dan Inovasi Sastera dalam Industri Kreatif”, Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur, Malysia, 17-18 Oktober 2013, pada URL: https://www.academia.edu/27026564/SASTRA_DAN_INDUSTRI_BUDAYA_POPULER_DALAM_PASAR_BUDAYA_INDONESIA
Chistanty, L. (2004). Kuda Terbang Maria Pinto. Jakarta: Katakita.
Dovidio, J.F. (2010). Prejudice, Stereotyping, and Discrimination: Theoretical and Empirical Overview. Sage Publications Ltd.
Effendi, W. & Prasetyadji. (2008). Tionghoa dalam Cengkeraman SBKRI. Jakarta: Transmedia Pustaka.
Genette, G. (1980). Narrative Discourse: An Essay in Method (J. E. Lewin., Trans.). New York: Cornell University Press
Moleong, L.J. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: RosdaKarya.
Taum, Y.Y. (2012). Representasi Tragedi 1965: Kajian New Historicism
Taum, Y.Y. (2014). Tragedi 1965 dalam Karya-karya Umar Kayam: Perspektif Antonia Gramsci. JIK Sintesis. 8,(1).
Yulinawati, L.R. (2019). Representasi Situasi Politik Orde Baru dalam Novel Pulang Karya Leila S. Chudory. Senasbasa: 3,(2). 589-596.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










