REPRESENTASI PEREMPUAN ERA ORDE BARU DALAM MUSIK ANAK POPULAR INDONESIA KARYA PAPA T. BOB
DOI:
https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v13i1.45899Kata Kunci:
Children’s Literature, Children’s Songs, Gender Inequality, Ibuisme Negara, Papa T. BobAbstrak
According to studies on popular children’s songs, songs can be a medium for forming a child’s mindset through reflection and memories contained in the lyrics and video clips of the songs. Popular children’s songs can also be used to spread gender ideology. Using Simone de Beauvoir’s gender approach and Julia Suryakusuma’s Ibuism Negara (National Motherism), this research demonstrates elements of gender inequality found in two songs by Papa T. Bob, namely Dudidudidam (video clip: Enno Lerian) and Papa Cinta Mama (video clip: Saskia and Savira), both created during the reign of the New Order. These elements combine to form the concept of family, which was developed during the New Order government. The results of this study’s analysis, using a descriptive qualitative approach and a read-see technique, lead to the domestication and objectification of women in the New Order era family concept attached to children in the lyrics and videos of popular children’s songs entitled Dudidudidam and Papa Cinta by Papa T. Bob.Referensi
Adorno, T. (1953). A Social Music Of Radio Music. New York: The Free Press of Glencoe.
Asriani, D. (2017). Being Mother: Comparative Study Of The Contested Motherhood Between South Korea And Indonesia. International Journal Of Management, Entrepreneurship, Social Science And Humanities 1(1): 15–23.
De Beauvoir, S. (2011). The Second Sex [Ebook]. Trans. Constance Borde And Sheila Malovany Chevallier. New York: Vintage Books.
Chao-Fernández, Aurelio, Roc’Io Chao-Fernández, And Carmen López-Chao. (2020). Sexism In Lyrics Of Childrens Songs In School And Family Environment. Education Sciences 10(11): 300.
Fauziah, A.M. (2018). Analisis Isi Kualitatif Lirik Lagu Anak-Anak Indonesia Pada Era 1980-An, 1990-An, Dan 2000-An. Universitas Brawijaya.
Foulcault, M. (2009). Seksualitas, Kekuasaan, Dan Diri. Translate. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Guntur, T.H. (2008). Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Edisi Revisi. Bandung: Angkasa.
Jabeen, I., Mehmood, A. & Faiz. R. (2014). Children Literature In Shaping Gender Identities. CHILDREN 2(3).
Kinasih, I. (2021). Seksisme Sejak Dini: Analisis Wacana Kritis Terhadap Bias Gender Dalam Lirik Lagu Anak Indonesia.” Universitas Gadjah Mada.
Kusumawati, H. (2013). Pendidikan Karakter Melalui Lagu Anak-Anak. Imaji 11(2).
Limilia, P. (2017). Konstruksi Sosial Ibu Bekerja Vs Ibu Rumah Tangga: Analisis Semiotika Terhadap Iklan Frisian Flag Mama. SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi 10(1).
Martono, N. (2012). Sosiologi Perubahan Sosial: Perspektif Klasik, Modern, Posmodern, Dan Poskolonial (Sampel Halaman). Depok: Raja Grafindo.
Meliana, I. (2014). Pesan Moral Prososial Dan Antisosial Dalam Video Klip Lagu Anak-Anak Inonesia Tahun 1990-2013. Jurnal E-Komunikasi 2(1).
Mills, S. (2002). Feminist Stylistics. New York: Routledge.
Minks, A. (2002). From Children’s Song To Expressive Practices: Old And New Directions In The Ethnomusicological Study Of Children. Ethnomusicology 46(3): 379–408.
Moleong, L.J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif, Penerbit PT Remaja Rosdakarya Offset, Bandung Sudaryono. 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, Dan Mix Method. Depok. PT Raja Grafindo.
Muyassaroh. (2021). Dimensi Gender Dalam Novel-Novel Indonesia Periode 1920-2000-An Berdasarkan Kajian Kritik Sastra Feminis. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya 7(2): 366–87.
Nisa, I. (2022). Motif ‘Jaka Tarub’ dan Objektifikasi Perempuan dalam Cerita Rakyat Nusantara.
Novitasari, U. & Amalia, N. (2018). Representasi Keterkaitan Lagu Anak Jaman Dahulu Dengan Kehidupan Jaman Sekarang. BUANA GENDER: Jurnal Studi Gender Dan Anak 3(1).
Paramaditha, I. (2014). The Wild Child’s Desire: Cinema, Sexual Politics, And The Experimental Nation In Post-Authoritarian Indonesia. New York University.
Parlakian, R. & Lerner, C. (2010). Beyond Twinkle, Twinkle. Young Children: 14–19.
Permatasari, A. & Desmayanti, R. (2022). Proses Pemberian Royalti Kepada Ahli Waris (Papa T Bob) Berdasarkan Undang-Undang Hak Cipta. Reformasi Hukum Trisakti 4(1): 211–18.
Setiawan, A. (2015). Sikap Hidup Wanita Jawa Dalam Novel Bekisar Merah Dan Novel Midah Si Manis Bergigi Emas. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya 1(1): 1–15.
Storey, J. (2008). Cultural Studies Dan Kajian Budaya Pop, Translated By Layli Rahmawati. Yogyakarta: Jalasutra.
Suryakusuma, J. (2021). Ibuisme Negara. Depok: Komunitas Bambu.
Suryakusuma, J.I., Katjasungkana., Notosusanto, T. & Chabibah, U. (2011). Ibuisme Negara: Konstruksi Sosial Keperempuanan Orde Baru. Depok: Komunitas Bambu.
Tyasrinestu, F. (2014). Lirik Musikal Pada Lagu Anak Berbahasa Indonesia. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan 15(2): 163–68.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










