PERLUASAN MAKNA KOSAKATA OLAHRAGA DALAM BAHASA JEPANG
Kata Kunci:
perluasan makna, kosakata olahraga, bahasa JepangAbstrak
Artikel ini berjudul perluasan makan kosakata olahraga dalam Bahasa Jepang dengan mengambil data dari artikel koran bahasa Jepang. Kosakata olah raga banyak mengalami perluasan makna sehingga tidak hanya digunakan hanya dalam lingkup komunikasi bidang olahraga, tetapi juga digunakan dalam lingkup yang lebih luas pada komunikasi sehari-hari dalam berbagai bidang. Sebagai contoh pada olahraga sumou terdapat istilah Yokozuna yang berarti juara utama pada kompetisi pertandingan sumou. Pada ungkapan ‘Depaatokai no yokozuna (yokozuna di dunia department store)’, kata Yokozuna ini juga digunakan pada bidang selain sumou yaitu untuk menunjukan makna nomor satu pada bidang tersebut. Selain pada kosakata olahraga sumou, perluasan makna juga terlihat pada olahraga lainnya yang popular di Jepang seperti bisbol, tinju, sepakboka, atletik, dan sebagainya. Menurut Momiyama (2005), penggunaan istilah kosakata olahraga dalam bidang lain adalah sebagai suatu bentuk stategi dalam berkomunikasi dengan menggunakan bidang olahraga yang lebih banyak dipahami secara umum sehingga maksud yang ingin disampaikan dapat lebih mudah untuk segera dipahami oleh lawan bicara. Pada artikel ini, penulis akan mengangkat dan menganalisis beberapa istilah dari 5 olahraga populer di Jepang yaitu sumou, yakyuu/bisbol, bokusinngu/tinju, sakkaa/sepakbola, dan rikujoukyougi/atletik untuk mencari tahu kosakata apa saja yang mengalami perluasan makna dan bidang apa saja perluasan makna tersebut digunakan dalam masyarakat pengguna bahasa Jepang.Referensi
Amatanon, M. (2005). Politics and Metaphor (????????). ?????. ????(39), 19-36.
Haga, Y. (1960). Seikatsu no Naka ni Haitta Supo-ysu Yougo ????????????????. Gengo Seikatsu(109), 24-31.
Kitahara, Y. (. (2009). Meikyou Kokugo Jiten (??????). ?????.
Lakoff, G., & Johnson, M. (1980). Metaphor We Live By???????(1986)????????????????. (??????, Trans.) The University of Chicago Press.
Momiyama, Y. (2006). ??????????????(1)? ????(?? 1)?. ???????????????(14), 93-123.
Momiyama, Y. (2007). ??????????????(2)? ????(??2)?. ???????????????(15), 101-123.
Ogura, S. (2011). ????????’supo-tsu yougo jiten’ . Tokyo: Sanshuusha.
Shinmura, I.-H. (. (2008). Koujien Dai 6 ban (??????). ????.
Sugiarto, S. (2016). ??????????????. ???????(10), 23-35.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










