REFLEKSI-RELASI SEJARAH DAN BUDAYA MASYARAKAT INDRAMAYU DALAM KARYA KEDUNG DARMA ROMANSHA

https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v13i2.47612

Penulis

  • Agung Joyo Mulyono Universitas Negeri Surabaya
  • Ririe Rengganis Universitas Negeri Surabaya
  • Setya Yuwana Sudikan Universitas Negeri Surabaya

Kata Kunci:

Refleksi, Sejarah, Budaya, Indramayu, Kedung Darma Romansha

Abstrak

Artikel ini membahas refleksi sejarah dan relasi budaya Indramayu dalam karya-karya Kedung Darma Romansha berupa cerpen dan novel yang berjumlah tiga buku yakni: (1) Kelir Slindet, (2) Telembuk Dangdut dan Kisah Cinta yang Keparat, dan (3) Rab(b)i. Pendekatan penelitian ini pendekatan sosiologi sastra dengan teknik analisis semiotika pada suatu karya sastra, sedangkan karya-karya tersebut akan dianalisis menggunakan kajian refleksi. Hubungan sejarah dan budaya di Indramayu sangatlah lekat kaitannya dalam membentuk polah kehidupan masyarakatnya. Dalam penelitian ini dibagi menjadi beberapa periode tertentu yaitu Zaman Kesultanan Cirebon, Pemberontakan DI/TII, Reformasi, dan Isu Ninja. Dari hasil penelitiannya, banyak data temuan yang ditandai Kedung mengenai sejarah di Indramayu sesuai dengan beberapa periode zaman yang telah ditentukan sebelumnya dan hasil dari sejarah tersebut memiliki keterkaitan dan berperan besar dalam membentuk polah hidup dan budaya masyarakat di Indramayu sebagaimana pada Zaman Kesultanan Cirebon kini telah menjadikan pelestarian peristiwa tersebut dengan menamai sebuah desa atau tradisi napak tilas, pada Zaman Pemberotakan DI/TII membentuk polah masyarakat yang buruk akibat ketakutan antara dua pilihan TNI atau DI/TII, sedangkan pada Zaman Reformasi menandakan keterkaitan etnis Tionghoa dan Masyarakat Pribumi yang rukun, dan pada Zaman Isu Ninja telah membuat polah masyarakat yang memiliki kecemasan dengan ditandai adanya kegemeran pada dunia hiburan yang berlebihan.

Biografi Penulis

Agung Joyo Mulyono, Universitas Negeri Surabaya

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya

Ririe Rengganis, Universitas Negeri Surabaya

Dosen Pengampu Kritik Sastra Unesa

Setya Yuwana Sudikan, Universitas Negeri Surabaya

Dosen Pengampu Kritik Sastra Unesa

Referensi

Admin Sejarah Cirebon. (2017). Penumpasan Negara Islam Indonesia. www.historycirebon.id

Khakim, N.L. (2016). Telaah Penulisan Karya Sastra Sejarah sebagai Refleksi Sumber Pembelajaran Sejarah. Jurnal Sejarah dan Budaya 10 (1): 15–30. Malang Universitas Negeri Malang.

Kuntowijoyo. (2008). Penjelasan Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Murtini. (2019). Fakta Sejarah dalam Novel-Novel Pandir Kelana. Jurnal Sastra Indonesia. JSI 8 (3) (2019). P-ISSN 2252-6315 E-ISSN 2685-9599

Pradopo, R. D. (1987). Pengkajian puisi: Analisis strata norma dan analisis struktural dan semiotik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Romansha, K.D. (2020). Kelir Slindet. Buku Mojok.

Romansha, K.D. (2020). Rab(b)i. Buku Mojok.

Romansha, K.D. (2020). Telembuk Dangdut dan Kisah Cinta yang Keparat. Buku Mojok.

Sahliyah, C. (2017). Kajian New Historicism pada Novel Kubah Karya Ahmad Tohari. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra. Volume 17, Nomor 1, April 2017, hlm. 108-116. p-ISSN 1412-0712 | e-ISSN 2527-8312.

Wellek, R. dan Waren, A (2001). Teori Kesusastraan (Budianta, M., penerjemah) Jakarta: Gramedia. (terbitan pertama tahun 1977).

Yulianto, A. (2017). Refleksi Sejarah dan Sosial Politik dalam Novel Para Priyai Karya Umar Kayam. Genta Bahtera. Balai Bahasa Provinsi Klimantan Selatan. Vol 3, Nomor 1, Juni 2017.

Diterbitkan

2023-09-12

Cara Mengutip

Mulyono, A. J., Rengganis, R., & Sudikan, S. Y. (2023). REFLEKSI-RELASI SEJARAH DAN BUDAYA MASYARAKAT INDRAMAYU DALAM KARYA KEDUNG DARMA ROMANSHA. Metahumaniora, 13(2), 143–152. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v13i2.47612