IDEOLOGI MAJALAH HORISON PADA CERPEN-CERPEN EDISI HADIAH MAJALAH HORISON TAHUN 1969: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
Kata Kunci:
Majalah Horison, cerpen, Hadiah Majalah Horison, ideologi, sosiologi sastraAbstrak
Penelitian ini membahas ideologi Majalah Horison yang terlihat dari cerpen-cerpen pemenang edisi Hadiah Majalah Horison pada tahun 1969 dan melihat kondisi sosio-politik pada tahun tersebut. Kondisi sosio-politik yang sedang dalam masa transisi dari masa kepemimpinan Orde Lama ke zaman Orde Baru mempengaruhi ideologi Majalah Horison pada tahun 1969. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan pendekatan sosiologi sastra. Hasil penelitian membuktikan bahwa ideologi Majalah Horison merupakan humanisme universal. Hal tersebut diperkuat dari cerpen-cerpen pada edisi Hadiah Majalah Horison pada tahun 1969 yang menunjukan tema semangat humanisme universal. Semangat humanisme universal tersebut dijadikan tolok ukur penilaian juri pada cerpen-cerpen pemenang Hadiah Majalah Horison. Selain itu, berakhirnya masa kepemimpinan Orde Lama berdampak pada karya-karya sastra yang tidak bercorak revolusioner dan penerbit yang menerbitkannya, salah satunya Majalah Horison, tidak diintervensi oleh pemerintahan Orde Baru.Referensi
Damono, S.D. (1978). Sosiologi Sastra Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Danarto. (1968). Rintrik. Horison, 2( III), 39-45.
Dewi, F.P., Setyanto, A., & Ambarastuti, R.D. (2015). Bentuk Propaganda Jepang di Bidang Sastra pada Majalah Djawa Baroe Semasa Kependudukan Jepang Di Indonesia 1942-1945. Jurnal Ilmiah Aurora. 2(1), 47-59.
Escarpit, R. (2017). Sosiologi Sastra. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
Faruk. (2017). Pengantar Sosiologi Sastra dari Strukturalisme Genetik sampai Postmodernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Foulcher, K. (2020). Komitmen Sosial dalam Sastra dan Seni: Sejarah Lekra 1950-1965. Bandung: Pustaka Pias
Forster, E.M. (1977). Cerita dan Segi-Segi Novel. Jakarta: Pusat Bahasa.
Fudoli, M. (1966). Si Kakek dan Burung Dara. Horison, 1(I), 19-22.
Herlambang, W. (2013). Kekerasan Budaya Pasca 1965: Bagaimana Orde Baru Melegitimasi Anti-Komunisme Melalui Seni dan Sastra. Tangerang Selatan: Marjin Kiri
Hill, D. (2011). Jurnalisme dan Politik di Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
Hoerip, S. (1968). Sebelum yang Terakhir. Horison, 12(III), 202-204.
Imtihani, I. (2013). Cerpen-cerpen Pemenang Hadiah Majalah Sastra 1961-1963 di Tengah Pertentangan Ideologi Politik 1960-an [Unpublished undergraduate thesis]. Universitas Indonesia.
Junaedhie, K. (1995). Rahasia Dapur Majalah di Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Junus, U. (1983). Sosiologi Sastra Persoalan Teori dan Metode. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.
Kayam, U. (1966). Seribu Kunang-kunang di Manhattan. Horison, 4(I), 112-114.
Kratz, E.U. (Ed.). 2000. Sumber Terpilih Sejarah Sastra Indonesia Abad XX. Bogor: Kepustakaan Gramedia Populer.
Lubis, M. (1966). Kata Perkenalan. Horison, 1(I), 3.
Moleong, L.J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. Remaja Rosdakarya.
Poyk, G. (1968). Oleng Kamoleng. Horison, 7(III), 200-201 dan 223.
Romli, A. (1967). Penjual Kapas. Horison, 2 (II), 37-41.
Rosidi, A. (1968). Ikhtisar Sejarah Sastera Indonesia. Bandung: Pustaka Jaya
Rosidi, A. (1988). Sejarah Sastra Indonesia. Jakarta: Bina Aksara.
Sijaranamual, J. (1968). Larut Malam. Horison, 7(III), 202-204
Soekito, W. (1963). Manifes Kebudayaan. Naskah Asli Manifes Kebudayaan yang terdapat di Pusat Dokumentasi Sastra H. B. Jassin.
Sudjiman, P. (1988). Memahami Cerita Rekaan. Jakarta: Pustaka Jaya
Stanton, R. (2007). Teori Fiksi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Teeuw, A. (1988). Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.
Swingewood, A. (1972). The Sociology of Literature. New York: Schocken Books
Wellek, R. & Warren, A. (1989). Teori Kesusastraan. Jakarta: PT Gramedia.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










