NASKAH FATHU AL-ARIFIN: SEBUAH AJARAN TASAWUF TAREKAT QADIRIYAH NAQSYABANDIYAH
DOI:
https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v13i3.48388Kata Kunci:
Tasawuf, tarekat, fathu al-arifin.Abstrak
Tulisan ini membahas tentang ajaran tasawuf tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah dalam naskah berjudul Fathu Al-Arifin yang ditulis oleh Syekh Ahmad Khatib Sambas tanggal 9 Jumadil Awwal 1287 Hijriyah. Selain membahas tentang ajaran tasawuf, tulisan ini juga mendeskripsikan kondisi fisik naskah yang dalam ilmu filologi dikenal dengan kodikologi. Penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif dengan menggunakan metode studi literatur dalam mengumpulkan datanya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kodikologi. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat tata cara (panduan berzikir) bernuansa tasawuf dalam naskah Fathu Al-Arifin. Panduan zikir itu diwujudkan dalam praktik tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah. Di samping itu, naskah Fathu Al-Arifin juga memuat tentang baiat dan talkin dalam tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah. Syekh Ahmad Khatib Sambas menggabungkan dua tarekat (Qadiriyah dan Naqsyabandiyah) menjadi satu yaitu tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah sehingga ada dua teknik zikir dalam tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah yaitu nafi isbat (zikir bersuara keras) dan siiri ism dzat (zikir dalam hati). Tarekat Qadiriyah berzikir jahr nafi itsbat (bersuara keras), sedangkan tarekat Naqsyabandiyah berzikir sirri ism dzat (zikir dalam hati). Ada empat metode zikir dalam tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah yaitu kesempurnaan suluk, adab, zikir dan muraqabah. Naskah ini berasal dari Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat dan disimpan di Lembaga Suaka Luhung Naskah (SULUAH) Padang.Referensi
Asmaran, A.S, Syadzali, A. (2016). Ajaran Mengenal Diri (Studi Naskah Tasawuf Yang Berkembang di Kalimantan Selatan). Tashwir: Jurnal Penelitian Agama Dan Sosial, 3(6).
Dhena, M.A. & Hazbini, L.M.R. (2020). Etika Sastra Profetik dalam Buku Kumpulan Puisi Tulisan Pada Tembok Karya Acep Zamzam Noor. Metahumaniora: Jurnal Bahasa, Sastra Dan Budaya, 10(1).
Erwin, M. & Suriadi, N.P. (2022). Kontribusi Syekh Ahmad Khatib Sambas (1803-1875) Dalam Menanamkan Nilai Pendidikan Cinta Tanah Air Dan Bela Negara Kepada Murid-Muridnya di Nusantara. Alwatzikhoebillah: Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora, 8(2).
Faizal, A. (2011). Preservasi Naskah Klasik. Jurnal Khatulistiwa LP2M IAIN Pontianak, 1(1).
Farisi, S. A. (2021). Pengembaraan Ilmiah Dan Peran Syeikh Ahmad Khatib Al-Syambasi Dalam Penyebaran Islam di Nusantara Melalui Thariqat Qadiriyyah Wa Naqsabdniyyah. Living Islam: Journal of Islamic Discourses, 4(2).
Firdaus. (2017). Tarekat Qadariyah Wa Naqsabandiyah: Implikasinya Terhadap Kesalehan Sosial. Al-Adyan, 12(2).
Kharisuddin, A. (2013). Al-Hikmah: Memahami Teosofi Tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah. PT. Bina Ilmu.
Khoiruddin. M.A. (2016). Peran Tasawuf Dalam Kehidupan Masyarakat Modern. Jurnal Pemikiran Keislaman, 27(1).
Marzuki. (2013). Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah Suryalaya: Penyebaran dan Pengaruhnya di Aceh. Nizham, 1(1).
Mashar, A. (2015). TASAWUF : Sejarah, Madzhab, dan Inti Ajarannya. Al-A’raf : Jurnal Pemikiran Islam Dan Filsafat, 12(1), 97. https://doi.org/10.22515/ajpif.v12i1.1186
Maulana, T.A. (2020). Ajaran Tasawuf Naskah Suluk Daka : Suntingan Teks Beserta Kajian Pragmatik. Universitas Diponegoro.
Mu’min, M. (2014). Sejarah Tarekat Qodiriyah Wan Naqsabandiyah Piji Kudus. Fikrah, 2(No. 1).
Muhammad, M.S. (2017). Ajaran Tasawuf Dalam Naskah Bahru Ar-Rahmah Bibitna Kasugihan Pikir. Jaladri, 3(1).
Effendi, M.A. (2019). Kajian Resepsi Terhadap Teks Fut?hu ’L-‘?rif?n. Jumantara, 10(2).
Muzakir, A. (2015). Petunjuk Baru Silsilah Ahmad Khatib Sambas: Tiga Teks Tulisan Melayu. Jurnal Lektur Keagamaan, 13(2).
Ruhimat, M. (2017). Katalogisasi Naskah Sunda Kuno Koleksi Kabuyutan Ciburuy. Metahumaniora: Jurnal Bahasa, Sastra Dan Budaya, 07(03). https://doi.org/https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v7i3.18860
Sholihah, M., Maarif, M.A., & Romadhan, M.S. (2021). Konseling Islam Dengan Dzikir Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah: Mengatasi Kegelisahan Jiwa Dan Bathin. Al-Afkar, Journal For Islamic …, 4(2), 299–317.
Sofyan, S.A., Sofianto, K. & Sutirman, M. (2018). Eksistensi Dan Regenerasi Kerajinan Tangan Anyaman Bambu Di Tasikmalaya. Metahumaniora: Jurnal Bahasa, Sastra Dan Budaya, 08(01). https://doi.org/https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v8i1.18877
Sulistiyarini, S. (2023). Tradisi Lisan Kesenian Topeng Ireng Di Kabupaten Magelang: Kajian Etnolinguistik. Metahumaniora: Jurnal Bahasa, Sastra Dan Budaya, 13(02). https://doi.org/https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v13i2.43480
Soleha. (2015). Makna Hidup Bagi Pengikut Ajaran Tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah (TQN) di Sukamara Kalimantan Tengah. Teologia, 26(2).
Syambas, A. K. (n.d.). Fathu Al-Arifin.
Wahyudin, D. (2016). Memahami Bahasa Sufistik Kaum Salikin (Studi Kasus Pengamal Tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah di Pondok Pesantren Darussalambermi Lombok Barat Nusa Tenggara Barat). El-Tsaqâfah, 16(2).
Zakiyah. (2014). Ajaran Tasawuf Dalam Naskah Makamat. Jurnal Lektur Keagamaan, 12(2).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










