IMPERIALISME EKOLOGIS DALAM CERPEN “BARAPEN NISAN” KARYA WIKA G. WULANDARI: KAJIAN EKOKRITIK POSKOLONIAL
DOI:
https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v13i3.49969Kata Kunci:
“Barapen Nisan”, ekokritisisme poskolonial, imperialisme ekologis, neo-imperialisme, rasisme lingkunganAbstrak
Bentuk penjajahan pada masa kini tidak lagi ditandai dengan penguasaan politik dan militer dalam suatu wilayah. Salah satu jenisnya dapat berupa penjajahan lingkungan atau yang disebut sebagai imperialisme ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana imperialisme ekologis digambarkan dan bagaimana resistensi masyarakat tereksploitasi terhadap imperialisme ekologis yang terjadi dalam cerpen “Barapen Nisan” (2019) karya Wika G. Wulandari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan mengaplikasikan teori imperialisme ekologis melalui pendekatan ekokritik poskolonial. Berdasarkan hasil pembahasan, ditemukan bahwa pengarang menggambarkan imperialisme ekologis dalam cerpen dengan bentuk rasisme lingkungan (environmental racism) yang terlihat melalui kedatangan pekerja asing dari perusahaan tambang asal Amerika untuk mengeruk emas dari wilayah Baliem. Aktivitas pertambangan ini menyebabkan kerusakan pada lingkungan sekitar sehingga membuat hidup warga setempat tidak nyaman, serta dapat menimbulkan kehancuran ekosistem dalam jangka panjang. Temuan selanjutnya adalah sikap masyarakat Baliem terhadap keberadaan tambang emas tersebut direpresentasikan melalui tiga simbol dalam cerpen, yakni tokoh Amos yang menyimbolkan keseluruhan warga Baliem, tokoh kose atau kepala suku sebagai simbol dari perusahaan tambang asing, dan batu nisan yang menyimbolkan emas. Resistensi warga terlihat dari sikap keterpaksaan mereka terhadap aktivitas pekerja tambang. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa imperialisme ekologis dalam cerpen merupakan alat pelanggengan neo-imperialisme asing yang terjadi karena relasi kuasa yang timpang antara pihak dominan (perusahaan tambang) dengan pihak yang lebih lemah (warga Baliem).Referensi
Acha, W. A. (2022). An Ecocritical Discourse Analysis of Anthropocentrism in The Cameroonian Press. International Journal of Humanity Studies, 5(2), 120-140. https://doi.org/10.24071/ijhs.v5i2.4202
Alawi, M. F. (2020). Artikulasi Hasrat Berpasangan Dengan Laki-Laki Kulit Putih Di Kalangan Perempuan Indonesia Pembacaan Poskolonial pada Weblog Desisachiko.com. Al-I’lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 3(2), 61-74. https://journal.ummat.ac.id/index.php/jail/article/view/2537
Alkama, R., Cescatti, A. (2016). Biophysical climate impacts of recent changes in global forest cover. Science, 351(6273), 600-604. DOI:10.1126/science.aac8083
Aron, P. G., Poulsen, C. J., Fiorella, R. P., & Matheny, A. M. (2019). Stable water isotopes reveal effects of intermediate disturbance and canopy structure on forest water cycling. Journal of Geophysical Research: Biogeosciences, 124, 2958–2975. https://doi.org/10.1029/2019JG005118
Ashcroft, B., Griffiths, G., Tiffin, H. (2007). Post-Colonial Studies: The Key Concept 2nd Ed. New York: Routledge.
br Ginting, G. F. O., Susiatiningsih, R. H., & Hanura, M. (2022). Ekspor Limbah Elektronik dari Beberapa Negara Eropa ke Ghana dalam Perspektif Imperialisme Ekologi. Journal of International Relations Universitas Diponegoro, 8(2), 204-216. https://doi.org/10.14710/jirud.v8i2.33511
Crosby, A. W. (1986). Ecological imperialism: The biological expansion of Europe. Cambridge: Cambridge University Press.
Efriyadi, H. (2022). Manusia Indonesia Mutakhir dalam Relasi “Timur dan Barat” (Kritik Postkolonial Pada Novel Critical Eleven Karya Ika Natassa). Jurnal Nusantara Raya, 1(1),61–67. https://doi.org/10.24090/jnr.v1i1.6610
Haddaway, N. R., Cooke, S. J., Lesser, P., Macura, B., Nilsson, A. E., Taylor, J. J., & Raito, K. (2019). Evidence of the impacts of metal mining and the effectiveness of mining mitigation measures on social–ecological systems in Arctic and boreal regions: A systematic map protocol. Environmental Evidence, 8(1). https://doi.org/10.1186/s13750-019-0152-8
Hantari, W. C. (2016). Membaca Pesan Lemah Tanjung Karya Ratna Indraswari Ibrahim dari Perspektif Postcolonial Ecocriticism. Transformatika, 12(1), 44-59. Diakses dari https://www.neliti.com/publications/197176/membaca-pesan-lemah-tanjung-karya-ratna-indraswari-ibrahim-dari-perspektif-postc#cite
Heriyanto, A. (2018). BABI: Antara Sosialitas, Sakralitas, dan Komoditas. LIMEN: Jurnal Agama dan Kebudayaan, 14 (1-2), 165-189. Diakses dari https://stft-fajartimur.ac.id/jurnal/index.php/lim/article/view/3
Huggan, G., Tiffin, H. (2015). Postcolonial ecocriticism: Literature, animals, environment. New York: Routledge.
Ibrahim, R. I. (2003). Lemah Tanjung. Jakarta: Grasindo.
Indriyanto, K. (2021). Resistensi terhadap Hegemoni Amerika dalam Karya Sastra Diaspora: Kajian Ekokritik Poskolonial terhadap Sastra Amerika-Hawai’i. Disertasi. Universitas Gadjah Mada.
Jusuf, W., & Hasan, A. M. (2018). Mental Bekas Jajahan di Balik Hobi Minta Foto bareng bule asing. Diakses dari tirto.id. https://tirto.id/mental-bekas-jajahan-di-balik-hobi-minta-foto-bareng-bule-asing-cSEL pada 6 Oktober 2023.
Liye, T. (2021). Si Anak Pemberani. Jakarta: Sabak Grip Nusantara.
Nipur, M., Rumampuk, S., Matheosz, J. N. (2022). Tradisi Ritual Bakar Batu pada Masyarakat Suku Dani di Distrik Kalome Kabupaten Puncak Jaya Propinsi Papua. HOLISTIK: Journal of Social and Culture, 15(2), 1-14. Diakses dari https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/holistik/article/view/41562
Plumwood, V. (2007). “Environmental Ethics”. SAGE Handbook of Environment and Society. Ed. Jules Pretty, dkk. London: SAGE Publication.
Prevedello, J. A., Almeida-Gomes, M., Lindenmayer, D. B. (2018). The importance of scattered trees for biodiversity conservation: A global meta-analysis. J Appl Ecol, 55(1), 205–214. https://doi.org/10.1111/1365-2664.12943
Priyatmoko, H. (2019). Sejarah Batu Nisan dan Bagaimana Leluhur Kita Menghormati Makam. Diakses dari https://tirto.id/deHV pada 24 Agustus 2023.
Rini, W. P. (2018). Paradoks Narasi Penyelamatan Keseimbangan Ekosistem dalam Novel Kailasa Karya Jusuf An Kajian Ekokritik. Poetika: Jurnal Ilmu Sastra, 6(2), 122-132. DOI 10.22146/poetika.40298
Said, E. W. (1993). Culture and imperialism. London: Vintage.
Said, E. W. (2010). Orientalisme: Menggugat Hegemoni Barat dan Mendudukkan Timur sebagai Subjek. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Utami, F. N. N. (2021). Bule Hunter: Awal Mula, Sejarah Perkembangan, Dan Manifestasi Dalam Kesusastraan. Medium. Diakses dari https://medium.com/@lacss.fhui/bule-hunter-awal-mula-sejarah-perkembangan-dan-manifestasi-dalam-kesusastraan-21887ce2d490 pada 6 Oktober 2023.
Wulandari, W. G. (2019). “Barapen Nisan”. Untuk Perempuan yang Kepadanya Rembulan Mengiba. Jakarta: Elex Media Komputindo
Yambeyapdi, E. (2019). Papua: Sejarah Integrasi yang Diingat dan Ingatan Kolektif. Indonesian Historical Studies, 2(2), 89-95. https://doi.org/10.14710/ihis.v2i2.3749
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










