DEIKSIS DALAM CERPEN “DIE KÜCHENUHR“ KARYA WOLFGANG BORCHERT
Kata Kunci:
Bahasa Jerman, Deiksis, Linguistik, Pragmatik, Sastra JermanAbstrak
Die Küchenuhr merupakan cerpen karya Wolfgang Borchert yang cukup terkenal, banyak dibaca dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, serta memiliki banyak deiksis-deiksis dalam narasinya. Frekuensi kemunculan deiksis yang cukup banyak ini merupakan salah satu ciri khas bahasa pada masa Trümmerliteratur, sehingga referen-referen yang ditunjukkan melalui deiksis dalam cerpen sangat mudah disalahpahami oleh pembaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bentuk, fungsi, dan makna deiksis dalam cerpen berjudul Die Küchenuhr karya Wolfgang Borchert. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teori pragmatik dari Huang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk deiksis persona dalam cerpen Die Küchenuhr terdapat 3 jenis, yaitu deiksis persona pertama, kedua, dan ketiga. Sementara deiksis spasial ditemukan dalam bentuk leksem da dan hier. Deiksis temporal ditemukan dalam bentuk leksem jetzt dan kalimat dengan kala lampau (perfekt). Jika ditinjau secara fungsi, deiksis persona secara umum memiliki fungsi sebagai subjek dalam kalimat dan menjadi referen untuk penunjukan kata ganti orang pertama, kedua, dan ketiga. Sementara deiksis spasial berfungsi sebagai adverbia tempat yang menunjukan referen suatu lokasi tertentu yang dapat berubah-ubah bergantung kognisi penutur. Deiksis temporal yang berfungsi sebagai adverbia waktu merujuk kepada kapan tuturan diujarkan dan siapa pusat tuturan tersebut (berpusat kepada waktu tuturan atau penutur) dengan leksem waktu yang digunakan, sehingga waktunya dapat berubah-ubah. Dalam kasus-kasus tertentu, khususnya pada leksem non-deiktis, kemudian penggunaan leksem tempat yang beralih fungsi sebagai konjungsi dalam kalimat, dan penggunaan leksem waktu dengan angka tertentu (seperti tanggal, jam, tahun) akan membuat semua leksem tersebut bersifat non-deiktis.Referensi
Davis, L. (2021). Women, oral culture, and book history in the romantic-era British archipelago: Charlotte Brooke, Anne Grant, and Felicia Hemans. In Huntington Library Quarterly 84, (1). https://doi.org/10.1353/hlq.2021.0019
Engel, S., & Schrage, D. (2021). The anti-philistine verdict. Invectives to rearrange the social order since the romantic era. Berliner Journal Fur Soziologie, 31(2). https://doi.org/10.1007/s11609-021-00445-7
Farras, M.G., & Kurniawati, W. (2022). Elipsis Dalam Cerpen-Cerpen Karya Wolfgang Borchert. Identitaet, 11(2). https://doi.org/https://doi.org/10.26740/ide.v11n2.p114-123
Folsom, M.H. (1968). Duden: Grammatik der deutschen Gegenwartssprache. The German Quarterly, 41(2). https://doi.org/10.2307/403276
Gao, L., Shen, H., & Liu, C. (2021). Statistical analysis of songs by composers of the Romantic era: A comparison of F. Schubert and his contemporaries. Musica Hodie, 21. https://doi.org/10.5216/MH.V21.69875
Huang, Y. (2008). Anaphora and the Pragmatics-Syntax Interface. In The Handbook of Pragmatics. https://doi.org/10.1002/9780470756959.ch13
Huang, Y. (2013). Research Survey Article: Micro- and Macro-Pragmatics: Remapping Their Terrains. International Review of Pragmatics, 5(1). https://doi.org/10.1163/18773109-13050106
Otuz, E., & Zengi?, E. (2021). Die Beschreibung des Wertverfalls am Beispiel des Erzählwerkes von Wolfgang Borchert „Das Brot“ und „Nachts Schlafen Die Ratten Doch“ anhand von Nietzsche Wertsystem „Nihilismus“. RumeliDE Dil ve Edebiyat Ara?t?rmalar? Dergisi, 25. https://doi.org/10.29000/rumelide.1036495
Pauwels, E.K.J. (2022). Ten Famous Composers of the Romantic Era and Their Causes of Death. In Medical Principles and Practice (Vol. 31, Issue 1). https://doi.org/10.1159/000521537
Purentra, S.J., Suntoko, S., & Nurhasanah, E. (2023). Menilik Stilistika Antologi Cerpen “Lipatan Corona” Karya Dini Ferdianti. SeBaSa, 6(1). https://doi.org/10.29408/sbs.v6i1.6306
Purwono, P.Y. (2021). Deiksis Spasial dan Temporal dalam Kumpulan Cerpen Berbahasa Jerman Karya Raphael Herzog. Metahumaniora, 11(2), 159–171. https://doi.org/https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v11i2.34671
Rahman, Y. (2017). Bentuk dan Fungsi Deiksis Temporal dalam Bahasa Jerman dan Bahasa Indonesia. Journal DaFIna-Journal Deutsch Als Fremdsprache in Indonesien, 1(1), 60–68. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.17977/um079v1i12017p60%20-%2068
Rahmawati, K.D., & Rahman, Y. (2021). Deiksis Temporal dalam Roman Kuss Mit Lustig Karya Janet Evanovich. E-Journal Identitaet, 10. https://doi.org/https://doi.org/10.26740/ide.v10n2.p306-317
Raisbeck, J. (2022). German Studies: The Romantic Era. The Year’s Work in Modern Language Studies, 82(1). https://doi.org/10.1163/22224297-08201025
Rhodes, A. (2020). “Transcripts of the Heart”: John Thelwall and Romantic-era Shorthand Writing. European Romantic Review, 31(3). https://doi.org/10.1080/10509585.2020.1747698
Uluç, N. (2022). Die Reflexion des Krieges auf die Literatur im Hinblick des Kindes in Borcherts Kurzgeschichten. Alman Dili ve Kültürü Ara?t?rmalar? Dergisi, 4(8). https://doi.org/10.55143/alkad.1190058
Yu, C.H. (2009). Book Review: Creswell, J., & Plano Clark, V. (2007). Designing and Conducting Mixed Methods Research. Thousand Oaks, CA: Sage. Organizational Research Methods, 12(4). https://doi.org/10.1177/1094428108318066
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










