ANUGERAH BUDAYA KOTA BANDUNG DAN KONSISTENSINYA SEBAGAI UPAYA PEMAJUAN KEBUDAYAAN DI KOTA BANDUNG
DOI:
https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v13i3.50820Kata Kunci:
anugerah budaya, Kota Bandung, pemajuan kebudayaan, pelestarian kebudayaan, inklusivitas budayaAbstrak
Anugerah Budaya Kota Bandung adalah penghargaan dalam bidang budaya yang diberikan oleh pemerintah Kota Bandung kepada para pelaku budaya di kota Bandung atau yang berasal dari kota Bandung. Anugerah ini telah diberikan setiap tahun sejak 2006, kecuali pada tahun pandemi 2020. Konsistensi pemerintah kota Bandung dalam Anugerah Budaya ini kerap mendapat perhatian dari banyak pihak, terutama media. Artikel ini berupaya menafsir apa makna konsistensi tersebut dalam konteks penghargaan terhadap kebudayaan yang lebih menyeluruh dan inklusif. Artikel ini pula berupaya untuk memaknai konsistensi tersebut dalam konteks pemajuan dan pelestarian kebudayaan di kota Bandung.Ditemukan bahwa dalam kurun waktu tujuh belas tahun, konsistensi Anugerah Budaya Kota Bandung juga menunjukkan upaya untuk memahami kebudayaan secara lebih menyeluruh dan inklusif, yang tercermin bukan hanya dalam penambahan kuantitas penerima anugerah, tetapi juga kategori penerima yang juga semakin beragam. Konsistensi ini pula menunjukkan bahwa Anugerah Budaya juga berupaya memajukan dan melestarikan budaya Kota Bandung selama masa penganugerahannya dengan memberikan penghargaan kepada bukan hanya pelopor, tetapi juga penerus dan komunitas pelestari kebudayaan. Akan tetapi, terdapat pula beberapa aspek yang perlu dikritisi, antara lain kurangnya publikasi tentang transparansi atau pertanggungjawaban dewan juri dalam pemberian anugerah setiap tahunnya, serta konsistensi pengkategorian penerima anugerah.Referensi
Ancient Greek Dramatic Festivals. (2023). Randolph College. https://www.randolphcollege.edu/greekplay/ancient-greek-dramatic-festivals/
Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. CV. Jejak.
Bandung Art and Culture Council. (2023). Daftar Penerima Anugerah Budaya tahun 2006-2022. Bandung Art and Culture Council.
Bandung Heritage Society, Bandung. (2017, June 16). Arsip Indonesia. https://arsip-indonesia.org/nl/n?mivast=50000&mizig=190&miadt=50000&miaet=14&micode=ORGANISASI&minr=1030072&milang=nl&misort=pla%7Casc&miview=ldt
SALINAN KEPUTUSAN WALI KOTA BANDUNG NOMOR: 430/Kep.968-Disbudpar/2019 TENTANG PENETAPAN PENERIMA ANUGERAH BUDAYA KOTA BANDUNG TAHUN 2019, 430/Kep.968-Disbudpar/2019, Sekretariat Daerah (2019). https://jdih.bandung.go.id/media/9684
Berger, J. (2023). Elie Wiesel: Confronting the Silence. Yale University Press.
Dzulfaroh, A. N., & Wedhaswary, I. D. (2019, October 10). Tolak Anugerah Kebudayaan dari Kemendikbud, Ini Penjelasan Eka Kurniawan. Kompas.com. https://www.kompas.com/tren/read/2019/10/10/092650365/tolak-anugerah-kebudayaan-dari-kemendikbud-ini-penjelasan-eka-kurniawan?page=all
Essential Action. (2004). Part I: A Decade of Deceit: Philip Morris’ Sponsorship of the ASEAN Art Awards. Essential Action: Global Partnerships for Tobacco Control. https://www.essentialaction.org/tobacco/event/asean04/index.html
Feldman, B. (2012). The Nobel Prize: A History of Genius, Controversy and Prestige. Arcade.
Grady, C. (2019, October 10). Why this year’s doubleheader Nobel Prize for literature is so controversial. Vox. https://www.vox.com/culture/2019/10/10/20907919/nobel-prize-literature-2019-2018-controversy-peter-handke-olga-tokarczuk
Miftah. (2017). Anugerah Budaya Kota Bandung. Website Kota Bandung. Pembentukan Dewan Kesenian Kota Bandung Masa Bakti 2019-2022. (2019). JDIH Bandung. https://jdih.bandung.go.id/index.php/home/produk-hukum/peraturan-perundang-undangan-daerah/21903
Riswoto, G. (2022, November 16). Pemkot Bandung Berikan Anugerah 10 Budayawan di Ajang Anugerah Budaya Kota Bandung 2022. InilahKoran. https://www.inilahkoran.id/pemkot-bandung-berikan-anugerah-10-budayawan-di-ajang-anugerah-budaya-kota-bandung-2022
RS, E., Burdansyah, C., Hendrayana, D., & Apipudin. (2022). Laporan Akhir Kajian Anugerah Budaya Kota Bandung. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung.
Sysadmin. (2016, August 13). Enam Budayawan Kota Bandung mendapat Anugrah Budaya 2006. Portal Bandung. https://www.bandung.go.id/news/read/196/enam-budayawan-kota-bandung-mendapat-anugrah-budaya-2006
White, P. W., & Westfall, Suzanne R. (2006). Shakespeare and Theatrical Patronage in Early Modern England. Cambridge University Press.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










