SISTEM DAN MODEL PRODUKSI BUKU CERITA SILAT KARYA ASMARAMAN S. KHO PING HOO: SEBUAH PERSPEKTIF SOSIOLOGI SASTRA
DOI:
https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v13i3.50920Kata Kunci:
cerita silat, produksi, Tionghoa Peranakan, sosiologi sastraAbstrak
Bagi seorang penulis atau penerbit, memahami lanskap dan tren sastra di masa lalu akan menjadi penting agar tetap relevan saat ini. Artikel ini menelaah sistem dan model produksi yang dilakukan oleh Asmaraman S. Kho Ping Hoo dalam menerbitkan buku cerita silat Tionghoa Peranakan karya pada dekade ‘70-an hingga ‘80-an. Sebagai kerangka berpikir, dalam telaah ini digunakan teori sosiologi sastra Robert Escarpit yang secara khusus membicarakan proses produksi, distribusi, dan konsumsi karya sastra. Hasil telaah menunjukkan bahwa sistem produksi buku cerita silat karya Asmaraman S. Kho Ping Hoo berbeda dengan sistem produksi buku sastra pada umumnya. Sistem produksi ini secara historis berhubungan dengan tradisi sastra kaum Tionghoa Peranakan di Indonesia sebagai acuan proses kreatifnya. Dalam sistem produksi yang meliputi kegiatan penulisan cerita, pengolahan naskah cerita, pencetakan buku, dan distribusi buku, Asmaraman S. Kho Ping Hoo menggarap cerita silatnya dengan metode “kejar-tayang” tanpa pernah melibatkan pihak lain kecuali anggota keluarganya sendiri. Sementara itu, model produksi yang meliputi unsur penggunaan jenis kertas, bentuk cetakan, ukuran buku, ketebalan halaman, dan rancangan sampul, buku cerita silat Asmaraman S. Kho Ping Hoo sangat khas karena mengikuti model produksi buku populer kaum Tionghoa Peranakan pada awal abad kedua puluh. Studi ini pada akhirnya menggarisbawahi potensi sistem dan model produksi buku Kho Ping Hoo dapat berdampak dalam hal efisiensi, penyesuaian cerita, dan upaya pelestarian unsur budaya Tionghoa Peranakan.Referensi
Artawan, I. G. (2015). Mimikri dan stereotipe kolonial terhadap budak dalam novel-novel Balai Pustaka. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 4(1). https://doi.org/10.23887/jish-undiksha.v4i1.4926
Bonneff, M. (2008). Komik Indonesia. Kepustakaan Populer Gramedia.
Bourdieu, P. (1996). The rules of art: Genesis and structure of the literary field. Stanford University Press.
Dewojati, C. (2021). Sastra Populer Indonesia. UGM PRESS.
Escarpit, R. (2017). Sosiologi Sastra. Yayasan Obor Indonesia.
Gallagher, K. (2014). Print-on-Demand: new models and value creation. Publishing Research Quarterly, 30(2), 244-248. https://doi.org/10.1007/s12109-014-9367-2
Jatmiko, P. B., Widodo, A. P., & Sukmaaji, A. (2014). Sistem dan Aplikasi Penentuan Harga Jual Berdasarkan Biaya Total pada CV. Terbit Terang Universitas Dinamika].
Lionardi, A., Aditya, D., & Lawe, I. R. (2023). Promoting animation technology in preserving and reintroducing Wayang Cina Jawa to younger generations. In Sustainable Development in Creative Industries: Embracing Digital Culture for Humanities (pp. 242-246). Routledge. https://doi.org/https://doi.org/10.1201/9781003372486
Mahdi, R. (2020). Strengthening community economy inclusively through literacy for prosperity. The Journal of Indonesia Sustainable Development Planning, 1(2), 160-176. https://doi.org/https://doi.org/10.46456/jisdep.v1i2.62
Maltz, H. J. (2020). Discusión sobre sociología de la literatura. CONICET Digital. https://doi.org/https://doi.org/10.47195/20.668
Marcus, A., & Benedanto, P. (2012). Kesastraan Melayu Tionghoa 5 (Vol. 5). Kepustakaan Populer Gramedia.
Pattisina, E. C. (2021). Kho Ping Hoo, Dua Presiden, dan Draf Biografi yang Hilang... Kompas.id. https://www.kompas.id/baca/polhuk/2021/03/23/kho-ping-hoo-dua-presiden-dan-draf-biografi-yang-hilang
Pohan, Z. R. (2021). Between Literacy and Identity: From Lim Kim Hok and Kho Ping Ho to the Contemporary Indonesian Literature. Lakon: Jurnal Kajian Sastra dan Budaya, 10(2). https://doi.org/10.20473/lakon.v10i2.21526
Putri, S., Yuliati, D., Puguh, D. R., & Utomo, I. N. (2023). Kontestasi Sastra Bacaan Liar dengan Terbitan Balai Pustaka di Hindia Belanda 1917-1942. Jurnal Nusantara Raya, 2(1), 44-58. https://doi.org/10.24090/jnr.v2i1.7936
Rizal, J. G. (2020). Mengenang Kho Ping Hoo, Penulis Cerita Silat Legendaris Indonesia. Kompas.com. https://www.kompas.com/tren/read/2020/07/22/080000965/mengenang-kho-ping-hoo-penulis-cerita-silat-legendaris-indonesia-?page=all
Rizki, M. M., & Ruwaida, H. (2022). Peran Perpustakaan Daerah dalam Membangun Budaya Literasi Masyarakat. Jurnal Basicedu, 6(2), 1774-1781. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i2.2282
Saraswati, I. I., & Maziyah, S. (2022). Pendekar Cerita Silat dari Bumi
Sukowati: Biografi Kho Ping Hoo Tahun 1960-2014. Historiografi, 2(2), 108-117. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/historiografi/article/view/32857
Sidharta, M. (2004). Biografi Delapan Penulis Peranakan: Dari Penjaja Tekstil sampai Superwoman. Kepustakaan Populer Gramedia.
Sitepu, B. P. (2012). Pengembangan taman bacaan masyarakat sebagai sumber belajar. JIV-Jurnal Ilmiah Visi, 7(1), 42-56. https://doi.org/10.21009/jiv.0701.4
Suryadinata, L. (1988). Kebudayaan Minoritas Tionghoa di Indonesia. Gramedia.
Suryadinata, L. (1996). Sastra Peranakan Tionghoa Indonesia. Grasindo.
Watson, C. (2017). An early story of Kho Ping Hoo. Wacana, 18(2), 540-555. https://doi.org/10.17510/wacana.v18i2.595
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










