CODE MIXING USED BY ONE-PIECE ANIME LOVERS ON SOCIAL MEDIA COMMENTS
Kata Kunci:
Code mixing, One Piece Anime, social mediaAbstrak
Code mixing is a common practice in communication both in formal or informal situations. The use of code mixing is not only limited to everyday oral conversations, nowadays, code mixing can also be found in posts of comments on social media. The study analyses the code mixing used by One Piece anime lovers on social media. This is a descriptive quantitative study gathered data from the comments uploaded by the anime lovers on social media namely YouTube, Instagram, and TikTok. The data gathered were analysed by using Muysken’s theory (2000) for the types of code-mixing and Hoffman’s theory (1991) for the reasons of code mixing. The results showed that in the One-Piece anime lovers’ community on social media, the most dominant type of code mixing used is insertion and the reasons for using code mixing are to talk about particular topic and creating familiar interactions in conversations only. Social factors that influence the use of code mixing include fan age demographics, trends, and language style. In addition, code mixing is also used to facilitate the understanding of a word context.Referensi
Accelerator, A. (n.d.). One Piece Encyclopedia, Science News & Research Reviews. Retrieved August 10, 2023, from https://academic-accelerator.com/encyclopedia/one-piece
Ahmad, G. I., & Singla, J. (2022). Machine learning approach towards language identification of Code-Mixed Hindi-English and Urdu-English Social Media Text. 2022 International Mobile and Embedded Technology Conference (MECON), 215–220. https://doi.org/10.1109/MECON53876.2022.9751958
Anzaska, L., & Himmawati, D. R. (2017). The Portrait of Code-Mixing in High School Students’ Facebook Status in Surabaya. The 3rd International Conference on Science, Technology, and Humanity.
Ferdiansyah, N., Arasuli, A., & Harahap, A. (2023). AN Analysis Of Indonesian-English Code Mixing Used By Male And Female Broadcasters At Swaraunib Radio Station. Wacana: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra Dan Pengajaran, 21(1), 1–11. https://doi.org/10.33369/jwacana.v21i1.24912
Hoffman, C. (2014). Introduction to Bilingualism. Longman.
Karimah, S. A. (2021). English Used on Social Media Among Indonesian’s Netizen: Sociolinguistics Approach. Muqoddima Jurnal Pemikiran Dan Riset Sosiologi, 2(2), 115–128. https://doi.org/10.47776/MJPRS.002.02.02
KBBI VI Daring. (2016). A.ni.ma.si. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia: Badan Pengembangan Dan Pembinaan Bahasa. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/animasi
Khairunnisha, A.N. & Mohamad, N.H.S. (2023). Bridging Identities: Analysing Code-Mixing in Yuna’s Conversation with a Local Malaysian Activist. Journal for the Study of English Linguistics, 11(1), 52. https://doi.org/10.5296/jsel.v11i1.21291
Livechartme. (n.d.). Anime: One Piece. Retrieved August 30, 2023, from https://www.livechart.me/rankings/anime?metric=rating&page=1&year=2023
Musyken, P. (2000). Bilingual Speech: A typology of Code-Mixing. Cambridge University Press.
Netflix. (2023). One Piece | Trailer Resmi | Netflix. Netflix Indonesia. https://www.youtube.com/watch?v=RlzJ6hbsaQo
Riza, M. (2017). 10 Kata Gaul (Slang) Dalam Bahasa Jepang. Rizuniverse: Miss Rizu’s Learning Journal and Project.
Sutrisno, B., & Ariesta, Y. (2019). Beyond the use of Code Mixing by Social Media Influencers in Instagram. AL&LS: Advances in Language and Literary Studies , 10(6). https://files.eric.ed.gov/fulltext/EJ1255244.pdf
Wibowo, A. I., Ramdhani, Z., & Rahayuningsih, R. (2022). Code Mixing Usage in Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan Movie Directed By Ernest Prakarsa. Journal of Pragmatics Research, 4(1), 60–72. https://doi.org/10.18326/jopr.v4i1.60-72
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










