ORNAMEN DAN UKIRAN PADA JENJANG AN DAN ANJUNGAN RUMAH ADAT LONTIOK DESA PULAU BELIMBING
Kata Kunci:
Rumah Lontiok, Melayu, Ornamen, UkiranAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna filosofis yang ada pada ukiran jenjang dan anjungan Rumah Adat Lontiok di Desa Pulau Belimbing, Kampar. Demikian halnya penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi pengetahuan dasar khususnya bagi masyarakat Melayu agar mampu menyentuh generasi muda untuk menjaga nilai-nilai yang ada dan membentuk karakternya. Adapun metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Penulis mengamati langsung objek yang berfokus pada jenjang dan anjungan Rumah Adat Lontiok di Desa Pulau Belimbing. Dalam metode penelitian, teknik analisis yang digunakan berupa pengumpulan data dokumentasi, wawancara, dan observasi langsung terhadap bangunan dan arsitekturnya. Selanjutnya hasil ditemukan dari analisis adalah ornamen dan ukiran yang ada pada objek kajian Rumah Adat Lontiok berisikan makna dan motif Melayu. Melalui analisis kajian, ditemukan makna dari lingkaran yang berjumlah 4,5, dan 6 pada ukiran papan tumpuan anak jenjang kiri dan kanan Rumah Adat Lontiok. Hal itu merujuk pada hukum yang mendirikan rumah tersebut, yaitu empat hukum adat, lima rukun Islam, dan enam rukun Iman. Kemudian ditemukan juga makna ornamen pada anjungan rumah tersebut yang berisikan motif flora dari pelambangan makna terhadap sebuah pohon besar tempat bernaungnya ketua adat dan masyarakatnya. Ornamen dalam anjungan tersebut juga terdapat motif berbentuk tombak yang dimaknai pada hukum adat dan kepercayaan, serta peraturannya. Demikian pula di dalamnya ada ornamen yang berbentuk batu nisan di pangkal dan ujung anjungan yang dimaknai sebagai sebuah kuburan. Hal tersebut dikiaskan sebagai rumah terakhir manusia sebelum menghadap Tuhan.Referensi
Agus, S. (2006). Antropologi Budaya Kabupaten Kampar. Kampar: Dinas Perhubungan Periwisata dan Seni Budaya Kabupaten Kampar.
Anggito, A. & Setiawan. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi: CV Jejak.
Effendy, T. (2007). Bangunan Tradisional Melayu Dan Nilai Budaya Melayu. Pusat Dokumentasi Arsitektur.
Effendy, T. (2014). Rumah, An Ode to the Malay House. Penang: Areca Book.
Faisal, G. (2017). Transformasi Identitas Arsitektur Vernakular Pesisir Tinjauan Kasus Permukiman Suku Akit Di Pulau Rupat. Medan: Program Studi Magister Teknik Arsitektur USU.
Faisal, G. (2019). Arsitektur Melayu: Identifikasi Rumah Melayu Lontiak Suku Majo Kampar. Langkau Betang: JURNAL ARSITEKTUR 6(1):1. doi: 10.26418/lantang.v6i1.31007.
Faisal, G. & Firzal. Y. (2020). Arsitektur Melayu: Rumah Tradisional Dalam Sketsa Dan Lensa. Pekanbaru: Unri Press.
Jamil, H. T.I., Elmustian, M. Penyalai, N., Khaidir A, Thalib, M., Derichard H.P., Anuar, Y., Yahya A.R. & Ikhsan. (2018). Pendidikan Budaya Melayu Riau Buku Sumber Pegangan Guru. Pekanbaru: Lembaga Adat Melayu Riau.
Jamil, O.N. (1986). Arsitektur Tradisional Daerah Riau. Pekanbaru: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Jamil, R., & Faizah, H. (2023). Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Riau, Kampus Bina Widya, and Simpang Baru. 2023. “Makna Bangunan Rumah Adat Lontiok Masyarakat Melayu Kuok: Kajian Semiotik.” Journal on Education 05(02):1994–2002.
Kartini, E.D., Ananda, N.D., Zharifa, S.P., Nabila, N.A., Zuraida, L. & Mansyur. H. (2024). “Memahami Dampak Media Sosial Terhadap Komunikasi Interpersonal: Pendekatan Teori Komunikasi.” Da’watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting 4(1):52–59. doi: 10.47467/dawatuna.v4i1.1423.
Rashid, M.S.B.A. (2017). Rumah Kutai: Documentation of Memories. Malaysia: Institut Darul Ridzuan.
Repi, Repi, Rika Cheris, and Dian Amalia. 2020. Ornamen Pada Bangunan Tradisional Arsitektur Melayu Desa Bais, Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau.
Samin, S.M. (2018a). Memperkasakan Budaya Melayu: Buku 1. Vol. Buku 1. Pekanbaru: Taman Karya.
Samin, S.M. (2018b). Memperkasakan Budaya Melayu: Buku 2. Vol. Buku 2. Pekanbaru: Taman Karya.
Samin, S.M. (2020). Sejarah Kebudayaan & Pariwisata. Pekanbaru: Taman Karya.
Syafri, M., Abdullah, N. & Hasan, RD. (2007). Adat Jati Kabupaten Kampar. Pekanbaru: Unri Press.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










