ANALYSIS OF MORPHOLOGICAL REDUPLICATION IN LOCAL MADURA POETRY

https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v14i1.51949

Penulis

  • Wevi Lutfitasari Universitas Trunojoyo Madura
  • Maulid Taembo
  • Ifa Maulidia Putri

Kata Kunci:

reduplikasi morfologis, syair lokal, karakteritik masyarakat Madura

Abstrak

Reduplikasi merupakan salah satu proses morfologis yang menghasilkan bentukan kata baru dan makna gramatikal pada hasil bentukan tersebut melalui pengulangan kata (Lutfitasari, 2023:35). Artinya, reduplikasi menjadi teori potensial untuk telaah makna-makna gramatikal pada bentuk pengulangan kata dalam syair lokal Madura. Syair lokal Madura memiliki makna unik sebagai penggambaran fenomena kebudayaan masyarakat Madura. Makna unik tersebut juga melekat pada bentuk pengulangan kata sebagai hasil dari proses morofologis (reduplikasi), sehingga bentukan morfologis pada syair lokal Madura menjadi tema menarik untuk ditelaah secara mandalam. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguraikan jenis reduplikasi morfologis dalam syair lokal Madura yang memiliki makna gramatikal sebagai cerminan kebudayaan masyarakat Madura. Ada dua fokus penelitian ini, yaitu 1) menganalisis jenis reduplikasi morfologis syair lokal Madura, dan 2) menganalisis fungsi makna gramatikal pada bentuk reduplikasi dalam syair lokal Madura sebagai cerminan kebudayaan Masyarakat Madura. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang berfungsi untuk menguraikan hasil telaah jenis dan makna reduplikasi. Sumber data penelitian ini berasal dari syair-syair lokal Madura berupa paparegan, kejhung, dan syi’ir Madura. Ada dua hasil penelitian ini. Pertama, jenis reduplikasi morfologis dalam syair lokal Madura berupa jenis kata ulang sebagian regresif dan termasuk dalam dwilingga. Bentukan reduplikasi morfologis tersebut berupa kategori kata nomina, adjektiva, numeralia (bilangan atau kuantitas), adverbial, dan verba. Kedua, makna gramatikal pada bentukan reduplikasi morfologis dalam syair lokal Madura berfungsi untuk mengungkapkan karakteristik budaya andhap asor (rendah hati), keragaman hasil laut, nilai sosial yang dipatuhi oleh perempuan Madura, kedudukan dalam pertemanan, dan wujud kepatuhan masyarakat madura.

Biografi Penulis

Wevi Lutfitasari, Universitas Trunojoyo Madura

Dosen di universitas Trunojoyo MaduraAsisten Ahli

Referensi

Abidin, Z. (2013). Tradisi Bhubuwân sebagai Model Investasi di Madura. Jurnal: KARSA, 21(1), 104-115.

Amir, H. (1995). Nilai-nilai Etis dalam Wayang. Jakarta: Penerbit Sinar Harapan. 1995.

Bouvier, H. (2000). Lebur: Seni Musik dan Pertunjukan dalam Masyarakat Madura. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Bouvier, H. (2002). Lebur: Seni Musik dan Pertunjukan dalam Masyarakat Madura. Penerjemah: Rahayu S. Hidayat dan Jean Counteau. Jakarta: Forum Jakarta Paris Ecole Francaise d’Extreme-Orient Yayasan Asosiasi Tradisi Lisan Yayasan Obor Indonesia.

Feptial, M., & Sri, A. (2014). Syair Sultan Syarif Abdurahman Karya Harun Das Putra Bandingan Teks Sari Aspek Sejarah. Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra: TTuah Talino, tahun VIII Volume 8 edisi September 2014 ISSN 0216-079X.

Hijriah, A. (2018). Deiksis dalam Syair Melayu Karangan Syarif Abdul Kadir Zein. Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra: Tuah Talino. 12(1), 88-97.

Hikmat, M.M. (2011). Metode Penelitian (dalam Prespektif Ilmu komunikasi dan Sastra). Cetakan I. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Hur, R.R., Toni, R., & Yenni, N. (2020). Analisis Potensi dan Permasalahan Pengembangan Wilayah Pesisir di Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan Madura Provinsi Jawa Timur. Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan 14(2), 137-157.

Husain, T. (1970). MinTa:rikhal-Adabal-Araby.Beirut: Daral-Ilmli-lMalayi:n.

Jasin, M. (2005). Paramastra Madura: Sato’or Malathe Pote. Bangkalan: Tidak dipublikasikan.

Kurnia W.A., & Agung M.N. (2015). Karakteristik Ruang pada Rumah Tradisional Tanean Lanjhang di Desa Bandang Laok, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Madura. Jurnal Langkau Betang: Jurnal Arsitektur. 2(1), 10-21.

Lutfitasari, W. 2023. Morfologi Bahasa Indonesia: Tinjauan Proses dan Kontekstual. Malang: PT Literasi Nusantara Abadi Grup.

Mahsun. (2014). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Maslow, A.H. (1975). Motivation And Personality. New York : Harper And Row Publishers.

Nasrullah. (2019). Islam Nusantara: Analisis Relasi Islam dan Kearifan Lokal Budaya Madura. Jurnal Al-Irfan 2 (2).

Parwitra, A. (2009). Kamus Lengkap Bahasa Madura Indonesia. Jakarta: Dian rakyat.

Rakhmawati, Y. (2018). Motherhood Philanthropy: Komunikasi Profetik Perempuan Madura dalam MADURA 2030 Ilmu Sosial Progresif Untuk Madura. Malang: Inteligensia Media.

Ramlan, M. (2012). Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: CV. Karyono

Ramlan. (1983). Morfologi Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: Karyono

Ratna, N.K. (2005). Sastra dan Cultural Studies, Repersentasi Fiksi dan fakta. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sofyan, A. (2008). Variasi, Keunikan, dan Penggunaan Bahasa Madura. Sidoarjo: Balai Bahasa Surabaya.

Taufiqurrahman. (2007). Identitas Budaya Madura. KARSA, 3 (1).

Theresania, A.L, (2016). Kesenian Sandur dalam Hajaratan Remoh: Masyarakat Bangkalan Madura. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Utami F.I.D., & Widodo M.S. (2019). Remoh Madura in Cultural Communication Perspective. In International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding. 6 (1), 400-408.

Zubairi, A.D. (2013). Rahasia Perempuan Madura: Esai-Esai Remeh Seputar Kebudayaan Madura.

Diterbitkan

2024-04-17

Cara Mengutip

Lutfitasari, W., Taembo, M., & Maulidia Putri, I. (2024). ANALYSIS OF MORPHOLOGICAL REDUPLICATION IN LOCAL MADURA POETRY. Metahumaniora, 14(1), 1–10. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v14i1.51949