TRAUMATROPISME DAN USAHA REKONSILIASI DALAM NOVEL PASUNG JIWA KARYA OKKY MADASARI
Kata Kunci:
Traumatropisme, Rekonsiliasi, Dominick LaCapra, Pasung Jiwa.Abstrak
Tulisan ini bertujuan menganalisis traumatropisme dan usaha rekonsiliasi terhadap trauma yang dialami tokoh Sasana dan Jaka dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari dengan menggunakan psikoanalisis yang diutarakan oleh Dominick LaCapra mengenai konsep acting out dan working through. Tujuan penelitian ini menjelaskan traumatropisme yang dialami tokoh Sasana dan Jaka sebagai trauma pendiri yang melahirkan trauma-trauma yang lain, menjelaskan upaya-upaya rekonsiliasi atas trauma yang dilakukan tokoh Sasana dan Jaka. Berdasarkan hasil penelitian ini traumatropisme tokoh Sasana berupa trauma gender laki-laki di mana laki-laki menjadi pelaku kekerasan dan pelecehan pada dirinya, melalui simtom seperti rasa kebencian yang mendalam pada laki-laki dan tubuhnya sendiri; sedangkan Traumatropisme pada tokoh Jaka adalah trauma sekunder (secondary trauma) berupa trauma gender perempuan, diperlihatkan dengan adanya simtom seperti ingatan masa lalu yang disertai kecemasan, ketakutan, dan mempertanyakan diri secara terus-menerus. Adapun upaya-upaya yang dilakukan sebagai bentuk ‘working through’ atau fase rekonsiliasi yaitu: menciptakan jarak terhadap figur otoritas; mengubah nama dan penampilan menjadi perempuan; rumah sakit jiwa; bertestimoni; ruang agama sebagai kehidupan baru; memberi pertolongan sebagai upaya berdamai dengan masa lalu.Referensi
Caruth, C. (Ed.). (1995). Trauma: Explorations in memory. JHU Press.
Caruth, Cathy. (1996). Unclaimed Experience: Trauma, Narrative, and History. London: John Hopkins University Press.
David, Jhon .(2013). Review of Dominick LaCapra’s “Writing History. Writing Trauma”. Diakses Tanggal. 17- Oktober-2023.
Halbwachs, Maurice. (1992). On Collective Memory. Diterjemahkan oleh Lewis A. Coser. 1st edition. Chicago: University of Chicago Press.
Kelman, Herbert C. (2010). “Conflict Resolution and Reconciliation: A Social- Psychological Perspective on Ending Violent Conflict Between Identity Groups,” Landscapes of Violence: Vol. 1: No. 1, Article 5.
LaCapra, D. (2011). History and its limits: Human, animal, violence. Cornell University Press.
Lacapra, D. (2016). Trauma, History, Memory, Identity: What Remains? History And Theory, 55(3), 375–400.
LaCapra, Dominick. (1939). Writing History, Writing Trauma. Baltimore: The John Hopkins University Press.
Lucy, B., & Stef, C. (2020). Trauma: The New Critical Idiom.
Madasari, Okky. (2021). Pasung Jiwa. Jakarta. Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Poedjawiratna, I.R. (1982). Tahu dan Pengetahuan. Jakarta: Penerbit Bina Aksara.
Rochman, Kholil Lur. (2010). Kesehatan Mental. Purwokerto: Fajar Media Press.
Schick, K. (2011). Acting out and working through: trauma and (in)security. Review of International Studies, 37(4), 1837–1855.
Williams, Mary Beth, dan Soili Poijula. (2002). The PTSD Workbook: Simple, Effective Techniques for Overcoming Traumatic Stress Symptoms. Oakland, Calif: New Harbinger Publication
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










