PERFORMATIVITAS HOMOSEKSUAL DALAM NOVEL SEKONG! KARYA STEBBY JULIONATAN: KAJIAN TEORI QUEER JUDITH BUTLER
Kata Kunci:
Performativitas, Homoseksual, Teori Queer, Judith ButlerAbstrak
Homoseksualitas merupakan orientasi seksual penyuka sesama jenis yang dianggap suatu penyimpangan bagi masyarakat. Akibatnya, kaum homoseksual seringkali mendapat diskriminasi berupa penolakan, penindasan, dan perundungan di masyarakat sehingga mereka sering menyembunyikan identitasnya agar tetap dipandang normal. Teori Queer Butler menyangkal pandangan negatif tersebut dengan memperjuangkan hak-hak kaum homoseksual dengan memberikan pandangan bahwa identitas, gender, dan jenis kelamin bersifat tidak tetap, melainkan sebagai sesuatu yang dibentuk dari serangkaian tindakan (performatif) yang dilakukan berulang-ulang. Penulisan ini bertujuan mendeskripsikan performativitas homoseksual dalam novel Sekong! Karya Stebby Julionatan. Novel ini menceritakan tentang kompleksitas identitas gender dan tekanan sosial para tokoh dalam cerita. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif metode deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa narasi atau kalimat-kalimat dari novel Sekong! Karya Stebby Julionatan. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data baca-catat. Analisis data menggunakan teknik analisis hermeneutika. Hasil penelitian menunjukkan adanya performativitas penampilan dan fisik kaum homoseksual berupa perhatian dalam menjaga penampilan, performativitas perbincangan seksual berupa kesadaran dan pengakuan dari percakapan yang dilakukan antar tokoh, dan performativitas seksual berupa angan-angan dan aktivitas seksual lainnya. Melalui performativitas-performativitas tersebut mengafirmasi gagasan bahwa setiap orang memiliki kebebasan untuk mengontruksi dan mengekspresikan identitasnya di luar batas-batas norma yang membelenggu.Referensi
Azhari, R. N. (2023). Penetrasi Sosial Pada Pasangan Homoseksual Di Jakarta. PETANDA: Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Humaniora, 5(1), 01–18. https://doi.org/10.32509/petanda.v5i1.3263
Fuadah, A. A., Priyatna, A., & Saleha, A. (2021). Lesbianisme Dalam Novel Tempurung Karya Oka Rusmini. Metahumaniora, 11(2), 145. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v11i2.34027
Sujana, I.Y. (2018). The Existence Of The Lesbian, Gay , Bisexual And Transgender ( Lgbt ) Community In The Perspective Of A State Based On. 30, MIMBAR HUKUM: 126–137.
Julionatan, S. (2021). Sekong!. Yogyakarta: BASABASI.
Lind, A. (2009). Governing Intimacy, Struggling for Sexual Rights: Challenging heteronormativity in the global development industry. Development, 52(1), 34–42. https://doi.org/10.1057/dev.2008.71
Rohmah, M. ’Aissathu. (2018). Identitas Inkoheren Dalam Novel Tabula Rasa Karya Ratih Kumala (Kajian Teori Queer Judith Butler). Bapala, 5(2), 1–7.
Sinyo. (2014). Anakku Bertanya Tentang LGBT. PT Elex Media Komputindo.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Alfabeta.
Susanto, E. (2016). Studi Hermeneutika Kajian Pengantar. Jakarta: PT Fajar Interpratama Mandiri.
Wirayuda, D. M. A. (2017). Keterbukaan Identitas Seksual Pada Komunitas Kentir Surabaya. Perpustakaan Universitas Airlangga, 4, (1).
Wulandari, R. (2018). Identitas Homoseksual Dalam Novel Tiba Sebelum Berangkat. Jurnal Sapala, 5(1), 1–15. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-sapala/article/view/30709
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










