LEKSIKON RAGAM HIAS BANGUNAN KERATON KASUNANAN SURAKARTA: KAJIAN ETNOLINGUISTIK
Kata Kunci:
Etnolinguistik, Leksikon Ragam Hias, Keraton SurakartaAbstrak
Setiap leksikon ragam hias bangunan Keraton Surakarta memiliki makna tersendiri dan melambangkan nilai dari budaya yang turun temurun. Ragam hias pada keraton mengacu pada bentuk-bentuk alam semesta yang menggambarkan kepercayaan, kearifan lokal, dan nilai-nilai budaya masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna leksikal dan kultural dari setiap leksikon ragam hias bangunan Keraton Kasunanan Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnolinguistik dan metode kualitatif. Data yang digunakan penelitian ini adalah leksikon ragam hias bangunan Keraton Kasunanan Surakarta. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi dengan wawancara kepada informan yaitu Abdi Dalem Keraton Kasunanan Surakarta bernama KP. Budayaningrat S. Yusdianto, lalu dilanjutkan dengan teknik rekam dan teknik catat. Selain itu, data juga dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan metode interaktif terdiri dari tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan penyajian kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leksikon ragam hias terbagi menjadi tujuh jenis yaitu flora, fauna, alam, manusia, geometris, benda, dan kaligrafi Arab.Referensi
Ambarwati, T. D. (2022). Perancangan Motif Batik Modern Teknik Cap Kertas dengan Sumber Ide Keraton Kasunanan Surakarta. Hastagina: Jurnal Kriya dan Industri Kreatif, 2,(01), 67-79.
Duranti, A. (1997). Linguistic Anthropology. Cambridge: Cambridge University Press.
Fadli, F., Fajar A.M, & Sholihah, A.B. (2019). Kompleksitas Ragam Hias Dalam Rancang Arsitektur Pura Mangkunegaraan Surakarta.Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2019. Arsitektur Islam di Indonesia.
Hardiyanti, N.S. (2005). Studi Perkembangan dan Pelestarian Kawasan Keraton Kasunanan Surakarta. Jurnal Dimensi Teknik Arsitektur, 3,(1), 112-124.
Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Larasati, Dewi. (2012). Bentuk dan Makna Nama-nama Bangunan Pokok di Keraton Kasunanan Surakarta. Skripsi Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Drs. Widodo. Pembimbing II: Nur Fateah, S. Pd. M.A.
Lexy J.M. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Miles, B.M. & Huberman, M. (1992). Analisis Data Kualitatif Buku Sumber Tentang Metode-metode Baru. Jakarta: UIP.
Padwinarsih, S. (2002). Studi Tentang Ragam Hias Pada Pintu Dan Gebyok Sasana Handrawina Keraton Kasunanan Surakarta: 1–79.
Prabasmara, P.G., Wibowo, S.H., & Yuniastuti, T. (2020). Kajian Struktur Bangunan Tradisional Jawa pada Bangsal Kencana Keraton Yogyakarta. Sinektika: Jurnal Arsitektur, 16,(1), 44-51.
Salsabila, S. (2023). Penerapan Ragam Hias Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada Desain Interior Lobby. Fad, 2,(02), 193-204.
Santosa, I. (2007). Kajian Estetika dan Unsur Pendukungnya pada Keraton Surakarta. Jurnal Visual Art, 1,(1), 108-27.
Siti Sulistiyarini. (2023). The Oral Tradition of Topeng Ireng Art in Magelang Regency: Ethnolinguistic Study. 13,(2), 114–22.
Sugiyono. (2016). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.
Tatang, S. (2018). Kata Kunci: Geolinguistik, Nama Permainan Tradisional, Bandung, Sunda. 8(April): 29–38.
Widayat, R. (2011). Kajian Ragam Hias Bangunan Tradisional Surakarta Dan Yogyakarta. Etnografi XI,(No.1): 27–41.
Widayat, R. (2017). Ragam Hias Bangunan Keraton Surakarta. Dwi - Quantum. https://books.google.co.id/books?id=MjCaDwAAQBAJ.
Yoseph, S.B. (2010). Bentuk Rupa Dan Makna Simbolis Ragam Hias Di Pura Mangkunegaran Surakarta: 1–116.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










