AMBIVALENSI BIROKRAT HINDIA BELANDA: STUDI KASUS VISI HASAN MUSTAPA AKHIR ABAD XIX

https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v14i2.56562

Penulis

  • Mohammad Refi Omar Ar Razy Universitas Negeri Surabaya
  • Muhammad Miqdad Rojab Munigar Universitas Padjadjaran
  • Tarunasena Ma'mur Universitas Pendidikan Indonesia

Kata Kunci:

Hasan Mustapa, Ambivalensi, Birokrasi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan transisi politik di Kesultanan Aceh pada akhir abad XIX melalui sudut pandang Hasan Mustapa. Meskipun banyak penelitian yang telah dilakukan mengenai kesulitan-kesulitan yang dihadapi Hindia Belanda dalam menaklukkan Aceh, namun masih sedikit penelitian yang mengkaji kondisi-kondisi tersebut dari sudut pandang pegawai negeri setempat. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Melalui pembacaan catatan harian Hasan Mustapa, kami mencoba mengelaborasi visi Hasan dalam fase masa transisi dan pengintegrasian Aceh ke dalam wilayah Hindia Belanda. Hasan Mustapa, seorang pemuka agama dari Garut yang terkenal di Makkah karena murid-muridnya yang cendekia, diangkat sebagai Penghulu (1893–1895) di Kutaraja, Aceh, atas rekomendasi Snouck Hurgronje kepada Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda. Ambivalensi Hasan dalam memaknai masa transisi dan integrasi Aceh yang kompleks mencerminkan kewajiban ganda untuk memenuhi tugas birokrasi kepada pemerintah kolonial Hindia Belanda sekaligus bersimpati pada perjuangan rakyat Aceh sebagai sesama Muslim. Selain itu, Sultan Muhammad Daud Syah muncul sebagai tokoh penting dalam perjuangan rakyat Aceh, yang melanjutkan perlawanan mereka dalam masa transisi dan integrasi Aceh. Meskipun banyak pemimpin dan pejabat tinggi ditinggalkan selama perang, perlawanan rakyat Aceh yang terus berlanjut menjadi tantangan yang signifikan bagi pemerintah kolonial.

Referensi

Alfian, I. (1987). Perang di Jalan Allah: Perang Aceh 1873-1912. Jakarta.

Ankersmit, F. R. (1987). Refleksi Tentang Sejarah: Pendapat-Pendapat Modern Tentang Filsafat Sejarah. PT Gramedia.

Asura, E. R. (2020). Haji Hasan Mustafa: Sufi Besar Tanah Pasundan. Mizan Media Utama.

Azra, A. (2010). Krisis legitimasi Aceh. In A. S. Usman, Krisis legitimasi politik dalam sejarah pemerintahan di Aceh. Balitbang Diklat Puslitbang Lektur Keagamaan.

Benda, H. J. (1958). Christiaan Snouck Hurgronje and the Foundations of Dutch Islamic Policy in Indonesia. The Journal of Modern History, 30(4), 338–347. http://www.jstor.org/stable/1876034

Bhabha, H. K. (1994). The Location of Culture. Routledge.

Burhanudin, J. (2017). Islam dalam Arus Sejarah Indonesia. Kencana.

Buskens, L., Witkam, J. J., & Van Sandwijk, A. (2022). Scholarship in Action: Essays on the Life and Work of Christiaan Snouck Hurgronje (1857-1936). Brill. https://doi.org/10.1163/9789004513617

Chambert-Loir, H. (2013). Naik Haji di Masa Silam: Kisah-Kisah Orang Indonesia Naik Haji (Vol. 2). KPG.

Damhoeri, A. (1939). Hoeloebalang Teukoe Oemar. Pustaka Islam.

Djajadiningrat, A. (1927). Een Stuk van den Arbeid van Prof. Snouck Hurgronje in het Belang van de Intellectueele Ontwikkeling van het Indonesische Volk. Djawa: Tijdschrift van Het Java Instituut, 7, 65–67.

Doel, W. van den. (2023). SNOUCK: Biografi Ilmuwan Christiaan Snouck Hurgronje. Yayasan Pustaka Obor Indonesia & KITLV-Jakarta.

Drewes, G. W. J. (1968). New Light on the Coming of Islam to Indonesia? Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde / Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia, 124(4), 433–459. https://doi.org/10.1163/22134379-90002862

Drewes, G. W. J. (2008). Snouck Hurgronje, Christiaan (1857–1936). In A. J. C. M. Gabriels, Biografisch Woordenboek van Nederland. ING, Institute for Dutch History.

Gobee, E., & Adriaanse, C. (1990). Nasehat-Nasehat C Snouck Hurgronje Semasa Kepergawaiannya Kepada Pemerintahan Hindia Belanda 1889-1936. Indonesian Netherlands Cooperation in Islamic Studies.

Inlandsch Bestuur. (1882, September 22). De Locomotief. https://resolver.kb.nl/resolve?urn=ddd:010290564:mpeg21:a0024

Kaptein, N. J. (2014). Islam, Colonialism and the Modern Age in the Netherlands East Indies. Brill.

Kartini, T., Djulaeha, N., Saini, & Wibisana, W. (1985). Biografi dan Karya Pujangga Haji Hasan Mustafa. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Kloos, D. (2013). Becoming better Muslims Religious authority and ethical improvement in Aceh, Indonesia [PhD-Thesis]. Vrije Universiteit Amsterdam.

Kloos, D. (2014). A Crazy State: Violence, Psychiatry, and Colonialism in Aceh, Indonesia, ca. 1910–1942. Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde / Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia, 170(1), 25–65. https://doi.org/10.1163/22134379-17001003

Kuitenbrouwer, M. (2013). Dutch Scholarship in the Age of Empire and Beyond. Brill.

Kuntowijoyo. (1994). Metodologi Sejarah. Tiara Wacana.

Laatste Berichten. (1893, January 16). Bataviaasch Nieuwsblad, 3. https://resolver.kb.nl/resolve?urn=ddd:110618870:mpeg21:a0009

Laffan, M. F. (1999). Raden Aboe Bakar; An introductory note concerning Snouck Hurgronje’s informant in Jeddah (1884-1912). Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde / Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia, 155(4), 517–542. https://doi.org/10.1163/22134379-90003860

Laffan, M. F. (2002). “A Watchful Eye” ; The Meccan Plot of 1881 and Changing Dutch Perceptions of Islam in Indonesia. Archipel, 63(1), 79–108. https://doi.org/10.3406/arch.2002.3698

Laffan, M. F. (2003). Islamic Nationhood and Colonial Indonesia (0 ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203222577

Laffan, M. F. (2015). Sejarah Islam di Nusantara. Mizan.

Laffan, M. F. (2022). From Wayfarer to Wedono. Snouck Hurgronje and the Sufi Threat on Java, 1884-1892. In L. Buskens, J. J. Witkam, & A. Van Sandwijk, Scholarship in Action: Essays on the Life and Work of Christiaan Snouck Hurgronje (1857-1936). Brill. https://doi.org/10.1163/9789004513617

Lubis, N. H. (2020). Metode Sejarah. Satya Historika.

McFate, M. (2019). Useful Knowledge: Snouck Hurgronje and Islamic Insurgency in Aceh. Orbis, 63(3), 416–439. https://doi.org/10.1016/j.orbis.2019.05.005

Missbach, A. (2010). The Aceh War (1873–1913) and the Influence of Christiaan Snouck Hurgronje. In A. Graf, S. Schoter, & E. Wieringa, Aceh: History, Politics and Culture (pp. 39–62). ISEAS Publishing.

Mustapa, H. (1894). Catatan Harian (Leiden University Library).

Ozay, M. (2020). A Hadhrami Scholar and Islamic Court in Aceh: The Political Biography of ‘Abd al-Ra?m?n al-??hir (1864-1878). Studia Islamika, 27(1), 73–102. https://doi.org/10.36712/sdi.v27i1.11072

Razy, M. R. O. A., Sofianto, K., & Jaelani, G. A. (2023). Discourse Of Islamization In Indonesia: Hoesein Djajadiningrat’s Vision In The Colonial And Postcolonial Periods. Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah, 12(1), 108–122.

Reid, A. (2005). Asal mula konflik Aceh: Dari perebutan pantai timur Sumatera hingga akhir Kerajaan Aceh abad ke-19. Obor.

Reid, A. (2010). War, Peace and the Burden of History in Aceh. Asian Ethnicity, 5(3), 301–314.

Rohmana, J. A. (2012). Sundanese Sufi Literature and Local Islamic Identity: A Contribution of Haji Hasan Mustapa’s Dangding. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 50(2), 303–327. https://doi.org/10.14421/ajis.2012.502.303-327

Rohmana, J. A. (2016). Persahabatan Penjajah dan Bangsa Jajahan di Hindia Belanda: C. Snouck Hurgronje dan Haji Hasan Mustapa. Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies, 12(2), 144–168. https://doi.org/10.18196/aiijis.2016.0060.144-168

Rohmana, J. A. (2018a). Informan Sunda Masa Kolonial: Surat-Surat Hadji Hasan Moestapa untuk C. Snouck Hurgronje dalam kurun 1894-1923. Octopus.

Rohmana, J. A. (2018b). Rereading Christiaan Snouck Hurgronje: His Islam, Marriage and Indo-European Descents in the Early Twentieth-Century Priangan. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 26(1), 35. https://doi.org/10.21580/ws.26.1.2148

Rohmana, J. A. (2021a). Colonial informants and the Acehnese-Dutch war Haji Hasan Mustapa’s response to Teuku Umar’s collaboration with the Dutch authorities in the East Indies. Indonesia and the Malay World, 49(143), 63–81.

Rohmana, J. A. (2021b). Menjaga Sastra Sunda, Menempuh Jalan Spiritualitas Berbeda: Kontribusi Ajip Rosidi terhadap Warisan Karya-karya Haji Hasan Mustapa. Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya, 5(3), 361–374. https://doi.org/10.15575/rjsalb.v5i3.13302

Rosidi, A. (1989). Haji Hasan Mustafa Jeung Karya-Karyana (1st ed.). Penerbit Pustaka.

Sastrahadiprawira, R. M. (1931). Hadji Hasan Moestopa’s Adatgebruiken Der Soendaneezen. Djawa, 11, 19–30.

Setiawan, H. (2012). Danding Mistis Haji Hasan Mustapa. Dangding Mistis Haji Hasan Mustapa, 1–16.

Sjamsuddin, H. (2012). Metodologi Sejarah. Ombak.

Steenbrink, K. (1995). Kawan dalam pertikaian: Kaum kolonial Belanda dan Islam di Indonesia 1596–1942 (S. A. Jamrah, Trans.). Mizan.

Stoler, A. L. (2009). Along the Archival Grain: Epistemic Anxieties and Colonial Common Sense. Princeton University Press.

Suminto, H. A. (1985). Politik Islam Hindia Belanda. LP3ES.

Supratman, F. R. (2020). Surat Kabar Basiret: Melihat Perang Aceh (1873-1904) dari Istanbul dan Kairo. Lembaran Sejarah, 15(1), 91. https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.59526

van Koningsveld, P. S. J. (1989). Snouck Hurgronje dan Islam: Delapan Karangan tentang Hidup dan Karya Seorang Orientalis Zaman Kolonial. Grimukti Pasaka.

Veer, P. V. (1985). Perang Aceh: Kisah Kegagalan Snouck Hurgronje. PT Grafiti Press.

Witkam, J. J. (2022). Scholarship in Action: Essays on the Life and Work of Christiaan Snouck Hurgronje (1857-1936) (L. Buskens, Ed.). Brill. https://doi.org/10.1163/9789004513617

Diterbitkan

2024-09-11

Cara Mengutip

Razy, M. R. O. A., Munigar, M. M. R., & Ma’mur, T. (2024). AMBIVALENSI BIROKRAT HINDIA BELANDA: STUDI KASUS VISI HASAN MUSTAPA AKHIR ABAD XIX. Metahumaniora, 14(2), 101–110. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v14i2.56562