ANALISIS PERBANDINGAN BAHASA SUNDA DIALEK INDRAMAYU DENGAN BAHASA SUNDA DIALEK PRIANGAN

Penulis

  • Imam Akhmad Fakultas Budaya dan Media, Institut Seni Budaya Indonesia Bandung
  • Iip Sarip Hidayana Fakultas Budaya dan Media, Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

DOI:

https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v15i3.58655

Kata Kunci:

bahasa, dialek-indramayu, dialek-priangan, sunda, swadesh

Abstrak

Penelitian ini membahas perbandingan bahasa Sunda Dialek Priangan dengan bahasa Sunda Dialek Indramayu. Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kajian pustaka. Observasi dilakukan di wilayah Desa Ilir, Kec. Kandanghaur, Kab. Indramayu. Selain itu, dilakukan wawancara terhadap beberapa narasumber mulai dari pakar dialek bahasa Sunda, praktisi bahasa Sunda, serta penutur bahasa Sunda Dialek Indramayu. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan studi perbandingan antara bahasa Sunda Dialek Priangan dan bahasa Sunda Dialek Indramayu. Adapun kosakata yang menjadi acuan perbandingan yaitu kosakata yang masuk dalam daftar kosakata dasar Swadesh. Pada penelitian ini menghasilkan temuan yaitu terdapat beberapa kosakata yang berbeda antara bahasa Sunda Dialek Priangan dengan bahasa Sunda Dialek Indramayu. Berdasarkan kajian yang dilakukan, terdapat temuan bahwa secara fonologis bahasa Sunda Dialek Indramayu (Dialek Parean-Lelea) memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan bahasa Sunda Dialek Priangan, yaitu Bahasa Sunda Dialek Indramayu tidak memiliki bunyi [h] dibandingkan dengan kosakata dalam Bahasa Sunda Dialek Priangan. Hilangnya bunyi [h] pada bahasa Sunda Dialek Indramayu, terletak di awal, tengah, atau akhir. Pada Bahasa Sunda Dialek Indramayu juga ditemukan bahwa secara fonologis, bahasa Sunda Dialek Indramayu tidak mengenal bunyi [eu]. Terdapat pula perbedaan secara morfologis yaitu perbedaan sufiks, konfiks, dan nasalisasi.

Referensi

Asriani & Erfinawati. (2017). Analisis Makna dalam Ragam Dialek Lokal Aceh Besar dalam Bahasa Aceh (Vol. 1).

Bassiouney, R. (2018). Identity and Dialect Performance; A Study of Communities and Dialects. Routledge. www.routledge.com/languages/series/RSLI

Holmes, & Janet. (2013). An Introduction to Sociolinguistics (Fourth edition). Routledge.

Khairas, E. E., & Wulandari, L. S. (2020). Sebutan Peralatan Tukang Oleh Pekerja Bangunan Berbahasa Sunda di Kabupaten Cilacap. Prosiding Seminar Nasional Terapan Riset Inovatif (SENTRINOV), 6(2). https://proceeding.isas.or.id/index.php/sentrinov/article/view/510/189

Kielmann, K., Cataldo, F., & Seeley, J. (2012). Introduction to Qualitative Research Methodology: A Training Manual. www.write-arm.com

Moeloeng, L. (2014). Metode Penelitian Kualitatif. In Bandung: PT Rosdakarya (Issue Metode Penelitian Kualitatif). PT Rosdakarya.

Mulatsih, D. (2016). Inovasi Bentuk dalam Bahasa Sunda di Kampung Puyuh Koneng, Desa Kencana Harapan, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. JURNAL LOGIKA, XVII(2). www.jurnal.unswagati.ac.id

Muttalib, A. (2018). Studi Deskriptif Peran Perempuan dalam Perencanaan Pembangunan Partisipatif di Kota Mataram. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 4(1), 250–261. https://doi.org/10.58258/JIME.V4I1.545

Nasution, A. F. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. CV Harfa Creative.

Rachma, W. L. (2023). Bahasa Sunda Sebagai Identitas Budaya Mahasiswa Etnis Sunda di Universitas Serang Raya. Prosiding Seminar Nasional Komunikasi, Administrasi Negara Dan Hukum, 1(1), 283–292. https://doi.org/10.30656/senaskah.v1i1.178

Rizal, G., Zulaeha, I., & Baehaqie, I. (2020, January 17). Javanese Language Dialect in Java-Sunda Border Area (Dialect Study of Geography in Brebes District). https://doi.org/10.4108/eai.29-6-2019.2290271

Sobarna, C. (2002). Preposisi Bahasa Sunda. Syabas Book.

Suprianto, A. A. (2015). Transformasi Tradisi Penulisan Naskah Sunda Kuno pada Masa Peralihan Ditinjau Melalui Karya-karya Kai Raga. Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara, 6(2), 1–22. https://doi.org/https://doi.org/10.37014/jumantara.v6i2.297

Taembo, M. (2016). Kajian Dialek Sosial Fonologi Bahasa Indonesia (Social Dialect Study of Indonesian Phonology). KANDAI, 12(1), 1–16. https://doi.org/DOI:https://doi.org/10.26499/jk.v12i1.68

Wagiati, Darmayanti, N., & Zein, D. (2018). Pergeseran Bahasa Sunda dalam Leksikon Makanan Tradisional Sunda di Kabupaten Bandung dalam Perspektif Sosiolinguistik Mikro. METAHUMANIORA, 8(3), 312–322. https://doi.org/https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v8i3.20710

Wagiati, N., & Zein, D. (2017). Pemertahanan Bahasa Sunda sebagai Alat Komunikasi oleh Penutur Sunda di Kompleks Perumahan di Kabupaten Bandung. SUAR BETANG, 12(1), 27–38. https://doi.org/10.26499/SURBET.V12I1.14

Wahya, W. (2024). PENGGUNAAN VOKATIF NAMA DIRI TERHADAP MITRA TUTUR DALAM TINGKAT TUTUR BAHASA SUNDA. Journal of Linguistic Phenomena, 2(2), 60–69. https://doi.org/10.24198/JLP.V2I2.51922

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-05

Cara Mengutip

Akhmad, I., & Hidayana, I. S. (2025). ANALISIS PERBANDINGAN BAHASA SUNDA DIALEK INDRAMAYU DENGAN BAHASA SUNDA DIALEK PRIANGAN. Metahumaniora, 15(3), 181–188. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v15i3.58655