PEREMPUAN DAN BUDAYA DALAM NARASI SERIAL QUEEN CHARLOTTE: ANALISIS STRUKTUR NARATIF GÉRARD GENETTE

https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v15i2.59456

Penulis

Kata Kunci:

Perempuan; Budaya; Struktur Naratif; Serial; Gerard Genette

Abstrak

Serial Queen Charlotte: A Bridgerton Story yang menyajikan struktur budaya dan perempuan di lingkungan Kerajaan Inggris menjadi salah satu tayangan yang banyak menarik minat penonton di Netflix. Serial ini terdiri dari 3 season yang menggunakan teknik alur mundur dalam menyajikan sebuah cerita. Isu yang diangkat dalam serial sangat dekat dengan kehidupan nyata perempuan di lingkungan kerajaan Inggris berlatar abad ke 17 dan 18. Tujuan penelitian untuk memaparkan perempuan dan budaya dalam prekuel Queen Charlotte: A Bridgerton Story berdasarkan lintasan cerita, posisi narator sekaligus ideologi dalam serial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang berfokus pada fungsi dan struktur narasi dalam objek penelitian. Sumber data yang digunakan adalah Serial Queen Charlotte: A Bridgerton Story. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat dua aspek naratif penting yaitu order dan voice yang menjembatani temuan tentang perempuan dan budaya dalam serial. Urgensi order dan voice untuk memahami proses narasi dalam mengonstruksi makna sekaligus mempengaruhi persepsi pembaca dalam menangkap informasi dalam film. Order dalam serial ini terdiri dari analepsis yang merupakan ‘jawaban’ sekaligus ‘alasan’ dibalik tindakan Queen Charlotte yang memberlakukan tradisi perjodohan bagi para gadis di masa ketika ia bertakhta. Voice dalam serial ini berkonsep simultaneous yang menceritakan peristiwa sejalan dengan waktu penceritaan. Namun, narator yang bersuara tidak berada dalam cerita (heterodiegetic). Pada tingkatan naratif, narator dikategorikan sebagai extradiegetic-heterodiegetic karena menjadi narator serba tahu namun kebaradaannya tidak ada dalam cerita. Narasi dalam serial yang beralur flashback ini mengungkapkan situasi ras kulit hitam dan putih pada abad 17-18 yang memberikan sajian yang pragmatis terhadap bentuk resistensi di masa kini.

Referensi

Abdulrraziq, N. M. A., & Geedallah, A. E. M. (2021). Narratological Analysis of Temporality in Novel. International Journal of Community Service & Engagement, 2(1), 13–19. https://doi.org/10.47747/ijcse.v2i1.191

Alfiarizky, K. (2019). Teror Naratif dalam Novela Dekat dan Nyaring Karya Sabda Armandio: Kajian Naratologi Gerard Genette. Jurnal Sapala, 6(1), 1-12.

Andari, N., & Bahalwan, K. I. (2016). Struktur Naratif Ala Maranda Dalam Legenda Upacara Kasada Suku Tengger. Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan, 7(2), 40–52.

Asmida, E. (2020). Tumpang Tindih Konflik Pada Struktur Naratif Novel Lelaki Harimau Karya Eka Kurniawan. Dilosia, 3(2), 163–178.

Aswidaningrum, R., Chasanah, I. N., & Arimbi, D. A. (2017). Tumpang-Tindih Konflik dalam Novel Kambing dan Hujan Karya Mahfud Ikhwan. Mozaik Humaniora, 17(1), 141.

Azeharie, S., Sari, W. P., & Irena, L. (2022). Feminism Perspective on Bridgerton Drama Series. Proceedings of the 3rd Tarumanagara International Conference on the Applications of Social Sciences and Humanities (TICASH 2021), 655, 72–80. https://doi.org/10.2991/assehr.k.220404.012

Candra, P. H. (2019). Kritik Feminisme Postkolonial untuk Membongkar Kultur Patriarki dalam Budaya Manggarai. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Missio, 11(1). 107-116. DOI: https://doi.org/10.36928/jpkm.v11i1.755

Chamberlain, M., & Thompson, P. (2003). Introduction: Genre and Narrative in Life Stories. Narrative and Genre (M. Chamber). Routledge.

Desriyanto, A., Devi, R., & Zurmailis, Z. (2023). Absurditas Eksistensi Tokoh Barman Dalam Novel Khotbah Di Atas Bukit Karya Kuntowijoyo. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 16(1), 51–74. DOI: https://doi.org/10.30651/st.v16i1.14828

Didipu, H. (2020). Teori Naratologi Gérard Genette (Tinjauan Konseptual). Telaga Bahasa, 7(2), 163–172. https://doi.org/10.36843/tb.v7i2.58

Ernanda, F. (2019). Nasionalisme Dalam Serial 3 Srikandi Karya Imam Brotoseno (Kajian Naratologi Gerrad Genette). Psikologi Perkembangan, October 2013, 1–224.

Faizah, A. (2021). Ambivalensi Identitas dalam Novel Black Bazar karya Alain Mabanckou. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 9(2), 79. https://doi.org/10.24036/jbs.v9i2.112003

Fimansyah, B., Abidin, Y., & Yulianeta. (2021). Pola Penceritaan Novel Orang-Orang Oetimu Karya Felix K. Nesi. Seminar Internasional Riksa Bahasa XIV, 584–592.

Fitri, H. A. (2023). Fokalisasi dalam Cerpen Unsu Joeun Nal karya Hyeon Jin Geon. East Asian Review, 1(1), 63–81.

Fitria, F. (2023). Eksplikasi Susunan Naratif oleh Andrea Hirata dalam Novel Buku Besar Peminum Kopi (Analisis Naratologi Perspektif Gérard Genette). Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 14(1), 112–127. https://doi.org/10.31503/madah.v14i1.553

Genette, G. (1980). Narrative discourse. In Cornell University Press. Cornell University Press. https://doi.org/10.1044/jshd.5101.08

Handayani, R. (2021). Seksualitas dan Daulat Tubuh Perempuan dalam Cherita Pandawa Lima. Manuskripta, 11(2), 241–265. https://doi.org/10.33656/manuskripta.v11i2.193

Intan, T. (2020). Kompleksitas Struktur Naratif dalam Novel La Dentelliere Karya Pascal Laine. Jurnal Ilmu Budaya Dasar, 8(2).

Juliana, I. W. (2022). Cerpen Maling Karya Komang Adnyana Analisis Struktur Naratologi Gerard Genette. Subasita: Jurnal Sastra Agama Dan Pendidikan Bahasa Bali, 3(1), 20. https://doi.org/10.55115/subasita.v3i1.2329

Klauk, T., & Köppe, T. (n.d.). “Telling vs. Showing”. In: Hühn, Peter et al. (eds.): the living handbook of narratology. Hamburg: Hamburg University.

Mahliana. (2019). Struktur Narasi Perkawinan Adat Banjar Di Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru. Jurnal Bahasa, Sastra Dan Pembelajarannya, 9(1), 36. https://doi.org/10.20527/jbsp.v9i1.6247

Malihah, L., Zabidi, H., Atkia, N., Apifah, N. N., & Haryanti, P. (2024). Kepemimpinan Perempuan dan Kesetaraan Gender: Sebuah Tinjauan. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 24(2), 1094. https://doi.org/10.33087/jiubj.v24i2.4904

Muttaqin, K. (2017). Problematika Subgenere Dalam Cinta Tak Pernah Tua Karya Benny Arnas. Totobuang, 5(1), 121–135.

Nurjanah, H. C., Purbani, W., & Liliani, E. (2024). Pesan Moral dalam Serial Love is Not Enough: Analisis Semiotika Roland Barthes. Jurnal Audiens, 5(3), 385–394. https://doi.org/10.18196/jas.v5i3.376

Oki, F. S., Didipu, H., & Lantowa, J. (2023). Struktur Penceritaan dalam Novel Mualaf Karya John Michaelson: Tinjauan Naratologi Gerard Genette. Jurnal Sinestesia, 13(1), 557–569.

Pribadi, R., Lustyantie, N., & Zuriyati, N. (2021). Bentuk Fokalisasi dalam Novel Mencari Perempuan yang Hilang Karangan Imad Zaki: Kajian Naratologi. SUSASTRA: Jurnal Ilmu Susastra Dan Budaya, 10(1). https://doi.org/10.51817/susastra.v10i1.1

Puspitasari, D. G., Sabana, S., & Ahmad, H. A. (2017). Narasi Cahaya Kearifan Lokal Dalam Serial Sang Pencerah Karya Hanung Bramantyo. Panggung, 26(4). https://doi.org/10.26742/panggung.v26i4.206

Rahayu, T., Supratno, H., & Raharjo, R. P. (2020). Suara Naratif Dalam Novel Merindu Baginda Nabi Karya Habiburrahman El Shirazy (Perspektif Naratologi Gerard Genette). SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 8(2), 114–121. https://doi.org/10.32682/sastranesia.v8i2.1445

Ramadhan, F., Sulastri, S., & Devi, R. (2023). Gerard Genette Naratology on Gender Inequality from Alex L. Tobing’s Mekar Karena Memar. Jurnal Ilmiah Langue and Parole, 6(2), 1–20. https://doi.org/10.36057/jilp.v6i2.562

Ridholia, A. R., Purnamasari, H., & Amrullah, I. (2023). Struktur Naratif Dalam Novel Spoiler Karya Dita Safitri: Kajian Naratologi. LOA: Jurnal Ketatabahasaan Dan Kesusastraan, 18(1), 58–68. https://doi.org/10.26499/loa.v18i1.5250

Russo, S. (2023). The Anachronistic Turn: Historical Fiction, Drama, Serial and Television.

Zin, C. A. F. B. M., & Safei, M. B. (2020). Naratologi dan Genre Seram dalam Karya Tok Awang Ngah. Jurnal Wacana Sarjana, 4(June), 1–12.

Diterbitkan

2025-08-14

Cara Mengutip

Dianti, E., Hamida, N., & Nisa, I. N. (2025). PEREMPUAN DAN BUDAYA DALAM NARASI SERIAL QUEEN CHARLOTTE: ANALISIS STRUKTUR NARATIF GÉRARD GENETTE. Metahumaniora, 15(2), 74–83. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v15i2.59456