THE NJAWANI BULE: WACANA POSKOLONIAL PADA KANAL YOUTUBE LONDOKAMPUNG

https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v15i1.62014

Penulis

Kata Kunci:

Mimikri, Ruang Antara, Londokampung, Hibriditas, Ambivalensi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi konstruksi sosial identitas YouTuber Londokampung dari perspektif poskolonialisme Homi Bhabha. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode analisis isi dan teori poskolonialisme. Hasilnya, identitas YouTuber Londokampung dibangun melalui platform YouTube menggunakan elemen audio-visual. Cak Dave secara aktif memposisikan diri sebagai “bule” dari Australia dan sebagai seorang “Jawa” dari Surabaya, Indonesia. Konstruksi identitas ini terlihat melalui penggunaan atribut seperti pakaian batik, surjan, blangkon dan tindakan yang menyerupai masyarakat “Jawa”. Selain itu, Cak Dave juga menggunakan bahasa Inggris, Indonesia dan Jawa yang menjadikannya sebagai subjek poskolonial yang hibrid, namun Cak Dave tetap mempertahankan perbedaan identitas “bule” yang melekat pada dirinya.  Maka terbentuk konstruksi identitas hybrid sebagai “bule jawa”. Dengan demikian, identitas Cak Dave mencerminkan dinamika poskolonial yang kompleks. Lebih lanjut, ia menantang stereotip tentang hubungan Timur-Barat dengan menciptakan identitas hibrida yang memperlihatkan mimicry dan hybridity. Lewat the third space yang dibangun melalui kanal YouTube, ia menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki daya tarik yang universal dan mampu bersanding dengan budaya global. Ruang ini juga memungkinkan dekonstruksi stereotip tentang dikotomi “Barat” dan “Timur”. 

Referensi

Alhaq, S. 2009. Sufi Tradition and the Postcolonial Condition: A Report on Knowledge. Pakistan Journal of Social Sciences (PJSS), 29(2).

Andreas, R., Sanjaya, C. R., Wihastiningrum, Z. D., & Putra, R. I. (2023). Mimicry, Hybridity and Liminality in The Movie Avatar: The Way of Water (A Postcolonial Study). Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity), 1956-1964.

Barker, C. 2016. Cultural studies: Theory and practice. Cultural Studies, 1-760.

Bhabha, H. K. 2012. The location of culture. Routledge.

Bhandari, N. (2020). Negotiating cultural identities in diaspora: A conceptual review of third space. Curriculum Development Journal, (42), 78-89.

Chandra, T. M. (2024). SONG OF SURVIVAL: MELODIES OF IDENTITY, DISPLACEMENT, RESISTANCE, AND HOPE IN “WAVIN FLAG” BY K'NAAN. Prologue: Journal on Language and Literature, 10(1), 76-86.

Faruk. 2008. Belenggu Pascakolonial. Hegemoni Dan Resistensi dalam Sastra Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Firdaus, F. A. E., & Jannah, C. N. N. L. 2021. Gaya Komunikasi Cak Dave dalam Membentuk Karakteristik Suroboyoan. Citizen: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 1(3), 154- 158.

Gandhi, L. 2019. Postcolonial theory. In Postcolonial Theory. Columbia University Press.

Kalua, F. (2009). Homi Bhabha's third space and African identity. Journal of African cultural studies, 21(1), 23-32.

Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology. Sage publications.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. sage.

Oh, D. C., & Oh, C. (2017). Vlogging white privilege abroad: Eat your kimchi’s eating and spitting out of the Korean other on YouTube. Communication, Culture & Critique, 10(4), 696-711.

Setiya, D., Hapsari, S. A., & Kumalasari, A. 2019. Javanese As Local Language Identity And Preservation In The Digital Era. Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(2), 73-84.6

Spivak, G. C. 2015. “Can the Subaltern Speak?”. In Colonial discourse and post-colonial theory (pp. 66-111). Routledge.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT. Alfabet.

Tang, M. R., Ridwan, R., & Junaedi, I. M. (2024). Voicing The Reality of Colonized Women in The Novel ‘Belenggu’ By Armijn Pane. Tamaddun, 23(1), 43-50.

Wirawan, S., & Shaunaa, R. 2021. Analisis Penggunaan Campur Kode dan Alih Kode dalam Video Akun Youtube Londokampung. Jurnal Budaya Brawijaya, 1(1), 17-22.

Diterbitkan

2025-04-23

Cara Mengutip

Andreas, R. (2025). THE NJAWANI BULE: WACANA POSKOLONIAL PADA KANAL YOUTUBE LONDOKAMPUNG. Metahumaniora, 15(1), 55–62. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v15i1.62014