TRAGEDI 1965 SEBAGAI LANDASAN FABULA DAN SYUZHET DALAM CERPEN “SURAT NURLAN DAULAY KEPADA JUNJUNGAN JIWANYA” KARYA MARTIN ALEIDA: KAJIAN FORMALISME RUSIA
Kata Kunci:
Tragedi 1965; cerpen; fabula; formalisme Rusia; Martin AleidaAbstrak
Meski karya sastra dilihat sebagai produk fiksi, wacana tentang realitas kehidupan bukan sama sekali tidak pernah hadir. Berbekal usaha pengkreatifan bahasa, pengarang sering kali menggunakan fakta sejarah sebagai landasan penceritaan dalam karyanya, yang kemudian disebut sebagai fabula. Martin Aleida dalam cerpennya berjudul “Surat Nurlan Daulay Kepada Junjungan Jiwanya” turut menggunakan fakta sejarah sebagai landasan fabula dalam penceritaan. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan pembacaan dekat dan simak catat dikombinasikan kajian formalisme Rusia, penelitian ini bertujuan mengungkap beragam fakta sejarah Tragedi 1965 yang digunakan Martin Aleida dalam cerpen “Surat Nurlan Daulay Kepada Junjungan Jiwanya”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima fakta sejarah berkaitan dengan trilogi Tragedi 1965 menurut Adam (2004) dalam cerpen, antara lain peristiwa Gerakan 30 September, penumpasan PKI, propaganda hitam Gerwani dan kekerasan terhadap tahanan politik perempuan, Operasi Kalong, dan pengasingan tahanan politik masa Orde Baru di Pulau Buru. Kelima fakta sejarah tersebut didefamiliarisasi untuk selanjutnya diolah menjadi syuzhet dalam unsur naratif cerita.Referensi
Aleida, M. (2015). Surat Nurlan Daulay Kepada Junjungan Jiwanya. Kompas Annual Short Story Collection 2015. Jakarta: Kompas Gramedia.
Amindoni, (2021), G30S: Cerita penyintas 1965 yang ‘diasingkan’ di kamp khusus tapol perempuan Plantungan, ironi ‘hidup di alam bebas tapi terkungkung kawat berduri’. BBC News Indonesia, accessed from https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-58381288 on 19 March 2025.
Astrelita, G.T. (2009). Penyebaran Hate Crime oleh Negara Terhadap Lembaga Kebudayaan Rakyat. Master’s degree thesis. Depok: Universitas Indonesia.
BBC News Indonesia, (2017), Peristiwa G30S 1965, penumpasan PKI, dan hari-hari sesudahnya. Accessed from https://www.bbc.com/indonesia/dunia-41451322 on 19 March 2025.
Bogdan, R., & Taylor, S.J. (1975). Introduction to Qualitative Research Methods: A Phenomenological Approach to the Social Sciences. New York: Wiley.
Febiola, (2021), Kisah Pulau Buru Tempat Pengasingan Para Tahanan Politik G30S. Tempo, accessed from https://www.tempo.co/politik/kisah-pulau-buru-tempat-pengasingan-para-tahanan-politik-g30s--465641 on 19 March 2025.
Firmansyah, M. A., Subandiyah, H., Indarti, T. (2022). Tragedi Holocaust Sebagai Dasar Fabula Dalam Novel Schindler’s Ark Karya Thomas Kennely: Kajian Formalisme Rusia. Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME), 8, (2). 1368-1371.
Halliwell, S. (2012). Aristotelian Mimesis Between Theory and Practice. Rethinking Mimesis: Concepts and Practices of Literary Representation. Newcastle upon Tyne: Cambridge Scholars Publishing.
Herlambang, W. (2013). Kekerasan Budaya Pasca 1965: Bagaimana Orde Baru Melegitimasi Anti-Komunisme Melalui Seni dan Sastra. Tangerang Selatan: Marjin Kiri.
Heryanto, A. (2012). Film, Teror Negara, dan Luka Bangsa. Tempo, 7 Oktober 2012, hlm. 119.
Jankowski, N.W., & Jensen, K.B. (Eds). (2002). A Handbook of Qualitative Methodologies for Mass Communication Research. New York: Routledge.
Kurniawan, et al. (2012). Pengakuan Algojo 1965. Tempo, 7 Oktober 2012.
Potter, W.J. (1996). An Analysis of Thinking and Research About Qualitative Methods. East Sussex: Psychology Press.
Rokhmansyah, A. (2015). Orde Baru sebagai Landasan Fabula dalam Novel Entrok Karya Okky Madasari: Kjajian Formalisme Rusia. CaLLs, (1), (1). 39-51.
Sari, R. M. (2007). Gerwani: Stigmatisasi dan Orde Baru. Yogyakarta: Laboratorium Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada.
Schmitt, C. (2019). Refamiliarizing Viktor Shklovsky. Victorian Language and Culture, 47, (1). 187-201.
Setiawan, (2022), Soetarni Ditahan Bersama Tujuh Anaknya. Historia, accessed from https://historia.id/politik/articles/soetarni-ditahan-bersama-tujuh-anaknya-PMKAX/page/1 on 19 March 2025.
Steiner, P. (2016). Russian Formalism: A Metapoetics. London: Cornell University Press.
Suriyanto, (2015), Derita Tahanan Politik 1965: Disetrum dan Kerja Paksa. CNN Indonesia, accessed from https://www.cnnindonesia.com/nasional/20150929184112-20-81669/derita-tahanan-politik-1965-disetrum-dan-kerja-paksa on 19 March 2025.
Susanto, D. (2016). Pengantar Kajian Sastra. Jakarta: Media Pressindo.
Taum, Y.Y. (2011). Representasi Tragedi 1965 dalam Karya Sastra Indonesia: Sebuah Kajian New Historicism. Doctoral’s degree thesis. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Triyana, B. (2015). Setelah Pengadilan Rakyat Selesai. Historia, hlm. 14-16.
Utomo, S.P. (2020). Defamiliarisasi Mitos dan Hegemoni Kuasa dalam Novel Pulang. Widyasastra, 3, (1). 13-21.
Wardaya et al. (2011). Suara di Balik Prahara; Berbagai Narasi tentang Tragedi ’65. Yogyakarta: Galangpress.
Youvan, D. C. (2023). Viktor Shklovsky: A Pioneer in Literary Theory and the Art of Perception.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2026 Aura Zahradiva Penggalih

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










