PAKAIAN TRADISIONAL SEDULUR SIKEP DI BOJONEGORO SEBAGAI MEDIUM PEMERTAHANAN BUDAYA DI TENGAH ARUS MODERNISASI
Kata Kunci:
Sedulur Sikep; pakaian tradisional; pemertahanan budaya; modernisasiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana masyarakat Sedulur Sikep mempertahankan pakaian tradisionalnya sebagai bagian dari upaya pemertahanan budaya lokal di tengah arus modernisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi pustaka dan observasi visual dengan metode analisis data deskriptif interpretatif. Teori representasi Stuart Hall digunakan untuk memahami bagaimana makna identitas budaya dibentuk dan disampaikan melalui simbol-simbol pakaian, sedangkan konsep budaya sebagai sistem makna Clifford Geertz digunakan untuk mengungkap bagaimana praktik berbusana komunitas Sedulur Sikep sebagai bagian dari konstruksi nilai-nilai sosial yang diwariskan secara turun-temurun. Selain itu, konsep cultural maintenance dari Berry digunakan untuk menjelaskan bagaimana komunitas mempertahankan nilai dan praktik budaya berpakaian adat sebagai bentuk kontinuitas identitas di tengah tekanan perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakaian adat Sedulur Sikep tidak hanya berfungsi sebagai penanda identitas secara visual, tetapi juga mengandung makna filosofis yang berkaitan dengan kesederhanaan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap leluhur. Upaya pemertahanan pakaian adat Samin yang dilakukan oleh masyarakat Samin yaitu dengan mengenakannya dalam acara-acara penting seperti pertemuan masyarakat, pernikahan, dan kegiatan budaya lainnya. Upaya pemertahanan juga dilakukan melalui transmisi nilai kepada generasi muda serta melalui kebijakan pemerintah daerah yang mendukung penggunaan simbol-simbol budaya lokal di ruang-ruang formal.Referensi
Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka. Jurnal Edumaspul, 6(1), 974-980.
Anggraeni, E. R., Yanuartuti, S., Juwariyah, A., Yermiandhoko, Y., & Lodra, I. N. (2022). Musik Oklik Bojonegoro dalam Kajian Etnomusikologi sebagai Upaya Pelestarian Budaya. Gondang, 6(1), 1-11.
Arifin, J. (2024, April 1). ASN Bojonegoro Diwajibkan Gunakan Udeng Samin. Suara Banyuurip, accessed from https://suarabanyuurip.com/2024/04/01/asn-bojonegoro-diwajibkan-gunakan-udeng-samin-donny-ini-sangat-menggembirakan/
Azizah, R. A. L., & Mustofa, M. L. (2024). Representasi Konsep HabluminaAllah dan Habluminannas dalam Filosofi Udeng Seribu Obor Komunitas Masyarakat Samin Margomulyo, Bojonegoro. Ulumuna: Jurnal Studi Keislaman, 10(2), 220-244.
Az-Zahra, I. P., Bahar, S., Utami, M. J., Cinta, M., Cinta, M., Azzahra, N., & Alfarauq, F. A. (2025). Baju Adat Lipaq Saqbe: Warisan Budaya yang Memperkuat Identitas Sosial Suku Mandar. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan, 5(1), 113-121.
Berry, J. W. (1997). Immigration, Acculturation, and Adaptation. Applied psychology, 46(1), 5-34.
Fahrudin, N. (2025, Juli 27). Obor Sewu: dari Sedulur Sikep Samin untuk Bojonegoro. Mastumapel.com, accessed from https://mastumapel.com/obor-sewu-dari-sedulur-sikep-samin-untuk-bojonegoro/#google_vignette
Firliyana, N., Afria, R., & Fardinal, F. (2023). Nilai-Nilai Kultural dalam Pakaian Adat Perempuan Pada Masyarakat Melayu di Kawasan Seberang Kota Jambi Kajian Etnolinguistik. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 7(2), 427-436.
Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. Selected Essays by Clifford Geertz Basic Books. Inc., Publishers NEW YORK.
Hafidhoh, A. E. N., Fadhli, R. I., & Rochmawati, N. (2021). Pemaknaan Pakaian Khas Masyarakat Sedulur Sikep Sebagai Identitas Sosial. Jurnal Psikologi Perseptual, 6(1).
Hall, S. (1997). Representation: cultural representations and signifying practices. Thousand Oaks, London.
Hall, S. (2015). Cultural Identity and Diaspora. In Colonial discourse and post-colonial theory (pp. 392-403). Routledge.
Hidayati, N. A., & Shofwani, S. A. (2019). Pemertahanan Identitas Karakter Budaya Masyarakat Samin di Desa Margomulyo Bojonegoro. KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 3(1), 56-61.
Khoirudin, M. (2025, Mei 3). Gemerlap Fashion Show Kebaya Modern Batik Bojonegoro. Bojonegorokab, accessed from https://bojonegorokab.go.id/berita/8456/gemerlap-fashion-show-kebaya-modern-batik-bojonegoro-wabup-nurul-azizah-kenalkan-kebaya-motif-batik-obor-sewu
Madani, A. (2025). Reyog dan Ponoragan: Strategi Pemertahanan Pakaian Adat Penadhon pada Masyarakat Ponorogo. Tesis, Surabaya: Universitas Airlangga.
Pratama, C. (2021). Pola gerakan sosial: Resistensi masyarakat Samin di era globalisasi. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 5(1), 76-86.
Sadhana, K., Ndung, Y., & Hariyanto, T. (2021). Study of the Adaptation Process as a Local Community Strategy in Social Transformation of Samin Group of Indonesia. International Journal of Advances in Scientific Research and Engineering-IJASRE, 7(1), 1-9.
Santoso. T. B., (2025, Maret 19). Udeng Samin Jadi Seragam Wajib ASN Pemkab Bojonegoro. Beritajatim, accessed from https://beritajatim.com/udeng-samin-jadi-seragam-wajib-asn-pemkab-bojonegoro
Sujarwo, J., Muadzimah, Z., Wati, D. A. W., Sutopo, S., & Wirajaya, A. Y. (2023). Modernisasi dalam Masyarakat Samin di Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora. Ri’ayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan, 8(2), 17-41.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. (2017). https://pemajuankebudayaan.id/wp-content/uploads/2019/06/UU-Nomor-5-Tahun-2017-tentang-Pemajuan-Kebudayaan.pdf
Utomo, S. S., Ande, A., & Saefudin, A. (2024). Preserving Local Cultural Heritage in The Era of Globalisation: Reflections of The Bark cloth Tradition. International Research Journal of Multidisciplinary Scope, 5(03), 504-513.
Wardhani, P. S., & Samsuri, S. (2020). Melestarikan Prinsip-Prinsip Dasar Kehidupan Sedulur Sikep (Samin) dalam Keberagaman Budaya di Indonesia. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 22(2), 256.
Wardoyo, S. (2020). Penciptaan Motif Batik Untuk Jarik Khas Masyarakat Samin Dusun Jepang Margomulyo Kabupaten Bojonegoro. UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta
Wardoyo, S. (2025). Ornamen Batik Samin: Bentuk, Filosofi, Fungsi, dan Kontekstualisasi dalam Ruang Budaya. Detak Pustaka.
Widyatwati, K. (2017). Pengaruh Masuknya Budaya Populer terhadap Eksistensi Ajaran Sedulur sikep pada Masyarakat Samin. Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 12(1), 137-146.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2026 Fatikha Mayani

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










