PELESTARIAN MANUSKRIP LONTAR: STUDI KASUS KAWASAN CAGAR BUDAYA NASIONAL TROWULAN

Penulis

  • Lauhil Fatihah Airlangga University
  • Edi Dwi Riyanto Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga

DOI:

https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v15i3.63894

Kata Kunci:

Manuskrip Lontar; Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan; Cagar Budaya; Objek Pemajuan Kebudayaan

Abstrak

Manuskrip lontar merupakan salah satu khazanah budaya Indonesia yang penting untuk dilestarikan karena memuat nilai-nilai warisan intelektual dari masa lampau. Upaya pelestariannya kini telah dilakukan oleh berbagai pihak, baik masyarakat maupun pemerintah. Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan, sebagai kawasan konservasi yang dilindungi oleh Pemerintah Indonesia, juga menyimpan koleksi manuskrip lontar yang berada di Museum Majapahit. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana proses pelestarian manuskrip lontar di Trowulan, baik dalam konteks perlindungan sebagai Cagar Budaya maupun sebagai Objek Pemajuan Kebudayaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus terhadap manuskrip lontar yang berada di kawasan tersebut. Data primer diperoleh melalui observasi langsung terhadap koleksi manuskrip lontar dan wawancara mendalam dengan pihak-pihak terkait. Data sekunder mencakup arsip, dokumen kebijakan, publikasi ilmiah, dan berbagai sumber lain yang relevan dengan pelestarian manuskrip lontar. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, kategorisasi tematik, interpretasi kontekstual, serta verifikasi melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian manuskrip lontar di Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan dilakukan melalui dua jalur, yakni sebagai Cagar Budaya dan sebagai Objek Pemajuan Kebudayaan. Namun demikian, proses tersebut masih menghadapi berbagai kendala, terutama yang berkaitan dengan faktor lingkungan serta keterbatasan sumber daya manusia yang tersedia.

Referensi

Alfian, S.Y. (2019). Pararton Sebagai Sumber Sejarah: Pemanfaatannya Dalam Pembelajar-an di Era Digital. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 2,(1). 38-48.

Arta, I.G.A. (2022). Mitologi Tirta Empul Dalam Teks Usana Bali : Kajian Teologi Sosial. Jurnal MAHA WIDYA BHUWANA, 5,(1), 8-16.

Basundoro, P., Fatihah, L. & Riyanto, E.D. (2024). Strategi Pengembangan dan Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan Dalam Upaya Peningkatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Pada KCBN Trowulan. Jurnal SATWIKA: Kajia Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 8, (2), 354-367.

Budisantoso. (1991). TOR Penulisan dan Pengkajian Manuskrip. Jakarta: Ditjarahnitra.

Fatihah, L., Riyanto, E. D., & Arifin, M. T. (2024). Zoning of Trowulan Cultural Heritage Area as an Effort to Regulate the Function of Space in Cultural Paradigm. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 8(2), 462-478.

Fatihah, L., & Riyanto, E. D. (2025). Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan Dari Masa Klasik Sampai Pasca Reformasi. MOZAIK Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, 16(1), 46-63.

Firederich, R. (1878). The Journal of The Royal Asiatic Society of Great Britain and Ireland New Series Voulme The Tenth : “An Account of The Island of Bali (Continued from Volume IX, N.S., page 120)”. London : Trubner and Co., 57 & 59, Ludgate Hill.

Gomperts, A., Haag, A., & Carey, P. (2012). The sage who divided Java in 1052: Maclaine Pont’s excavation of Mpu Bharada’s hermitage-cemetery at Lĕmah Tulis in 1925. Bijdragen tot de taal-, land-en volkenkunde/Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia, 168(1), 1-25.

Harrison, S. (2006). Fracturing resemblances: identity and mimetic conflict in Melanesia and the West (Vol. 5). Berghahn Books.

Humam, M.F. (2022). “Kesadaran Runtuh Teknologi Bergemuruh: Penggunaan Teknologi dalam Pelestarian Manuskrip Sejarah di Indonesia”. Semarang : CV. Alinea Media Dipantara.

Iswanto, A. (2023). Safeguarding manuscript-reading tradition as living heritage through ritual: mocoan tradition of an Osing family in Banyuwangi, Indonesia. International Journal of Intangible Heritage. 18, 160-171.

Khadijah, U.L.S. (2023). Strategi Pelestarian Manuskrip Peninggalan Prabu Geusan Ulun di Kabupaten Sumedang. Jurnal Pustaka Budaya, 10,(2)64-69.

Musri, M. (2023). Teks Klasik dan Kaligrafi Islam. Indramayu : CV. Adanu Abimata.

Nasution, M.J., Siregar, Y.D. & Yasmin, N. (2024). Preservation of an Ancient Manuscript Collection in The Al-Qur’an History Museum of North Sumatra. Santhet: Jurnal Sejarah, Pendidikan dan Humaniora, 8,(1), 475-481.

Padmapuspita, Ki J. (1966). Pararton: Teks Bahasa Kawi dan Terdjemahan Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Taman Siswa.

Putra, I.G.A.D. (2023). Dhairya Sahaja Sebagai Wiku dan Pengarang: Kajian Awal Mangala Kakawin Bhomantaka. Jurnal Ilmu Agama & Kebudayaan, 23,(2). 8-16.

Rachman, M.A. (2020). “The Manuscript Collection Values of Radya Pustaka Museum, Surakarta, Indonesia”. Library Philosophy and Practice (e-journal). 3922. https://digitalcommons.unl.edu/libphilprac/3922

Rahmi, N. & Aprida, N. (2023). Strategi dan Tantangan Pelestarian Manuskrip Perpustakaan Rumoh Manuskrip Aceh. Shaut Al-Maktabah: Jurnal Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi. 15,(1), 84-91.

Ramadhan, P. (2020). Jejak-Jejak Peradaban Majapahit Imperium Raksasa Penguasa Nusantara. Bantul : Araska.

Ras, J.J, (2014). Masyarakat dan Kesustraaan di Jawa terjemahan dari Maatschapij en Letterkunde op Jawa (terjemahan Achadiati Ikram). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Restian, A. Kuncahyono. Amelia, Delora Jantung. (2019). Pembelajaran Seni Budaya SD. Malang: UMM Press.

Rupa, I.W. (2020). Inventarisasi Karya Budaya: Manuskrip Lontar di Provinsi Bali. Badung: Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali.

Sedana, I.N., Damayanti, N.A. & Khadijah, U.L.S. (2013). Preservasi Berbasis Kearifan Lokal (Studi Kasus Mengenai Preservasi Preventif dan Kuratif Manuskrip Lontar Sebagai Warisan Budaya di Kabupaten Klungkung Bali). Jural Kajian Informasi & Perpustakaan, 1,(1). 91-105.

Simbolon, P.T. (1999). Pesona Bahasa Nusantara Menjelang Abad ke-21. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Kemasyarakatan dan Kebudayaan (PMB)-LIPI.

Suastika, I Made. (1984). Kesinambungan Karya Sastra Jawa Kuna Dalam Penulisan Karya Sastra Bali. Majalah Widya Pustaka Tahun 1, Nomor 3 Bulan Februari 1984.

Sukatno, O.C.R. & Mulyono, U. (2021). Pararaton: Naskah Pararaton dan Sistem Pemerintahan Kerajaan Konsentris. Bantul : Nusamedia.

Teeuw, A. & Robson, S.O. (2005). Bhomāntaka The Death of Bhoma. Leiden: KITLV Press,

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2011 tentang Cagar Budaya.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-08

Cara Mengutip

Fatihah, L., & Riyanto, E. D. (2025). PELESTARIAN MANUSKRIP LONTAR: STUDI KASUS KAWASAN CAGAR BUDAYA NASIONAL TROWULAN. Metahumaniora, 15(3), 163–174. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v15i3.63894