HUBUNGAN KEKERABATAN BAHASA PALEMBANG DAN BAHASA BANGKA MELALUI ANALISIS KOGNAT
Kata Kunci:
Bahasa Bangka; Bahasa Palembang; kekerabatan bahasa; leksikostatistik; glotokronologiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan kekerabatan antara Bahasa Bangka dan Bahasa Palembang melalui pendekatan Linguistik Historis Komparatif dengan menggunakan analisis kognat, leksikostatistik, dan glotokronologi. Data penelitian berupa 200 kosakata dasar Swadesh yang diperoleh dari sumber kebahasaan terdokumentasi dan dianalisis berdasarkan kesamaan leksikal, korespondensi bunyi, serta perubahan fonologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 84 kosakata kerabat yang terdiri atas pasangan identik, korespondensi vokal, korespondensi konsonan, serta kosakata yang mengalami perubahan fonologis namun masih menunjukkan hubungan bentuk dan makna. Analisis korespondensi bunyi menunjukkan adanya pola perubahan fonologis yang sistematis, terutama pada korespondensi vokal /e/–/o/, /o/–/u/, dan /a/–/o/, serta penghilangan fonem /h/, /k/, dan /r/ pada posisi tertentu. Perhitungan leksikostatistik menghasilkan tingkat kekerabatan sebesar 42%, yang menunjukkan bahwa kedua bahasa masih memiliki hubungan genealogis dalam rumpun bahasa Melayu. Analisis glotokronologi memperkirakan bahwa Bahasa Bangka dan Bahasa Palembang mulai mengalami pemisahan sekitar 1,999 milenium atau ±1.999 tahun yang lalu. Temuan ini mengindikasikan bahwa kedua bahasa berasal dari sumber bahasa Melayu yang sama, tetapi kemudian berkembang secara mandiri akibat pengaruh faktor geografis, sosial, dan budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian Linguistik Historis Komparatif serta memperkaya pemahaman mengenai sejarah perkembangan bahasa-bahasa Melayu di Sumatera bagian selatan.Referensi
M, Alief. (2015). Konsep Pola Asuh Munif Chatib Dalam Buku yang Berjudul Orang Tuanya Manusia. Skripsi. Universitas Islam Indonesia: Yogyakarta.
Chaer, Abdul. (2003). Linguistik Umum. Jakarta. Rineka Cipta.
Ermanto. (2020). Linguistik Historis Komparatif: Teori dan Praktik Penentuan Kekerabatan Bahasa di Dunia. Depok: Rajawali Pers.
Eva Widya Arlini dan Kundharu Saddhono. “Kekerabatan Bahasa Ogan dan Bahasa Jawa: Kajian Linguistik Historis Komparatif”, Jurnal Metamorfosa, 12 (1). Nomor https://doi.org/10.46244/metamorfosa.v12i1.2424
Muhammad Ichsan Nurjam’an, dkk. “Perbandingan Bahasa Sunda-Bogor Dengan Bahasa Jawa Cilacap: Pendekatan Leksikostatistik-Glotokronologi”, Jurnal Ilmiah Hospitality 369. 12 (2). https://ejournal.stpmataram.ac.id/JIH/article/view/2914/2319
Monita Sholeha dan Hendrokumoro. “Kekerabatan Bahasa Melayu Jambi dan Melayu Palembang’. Jurnal Kabastra, 2 (1). 26.https://www.researchgate.net/publication/375778857_Kekerabatan_Bahasa_Melayu_Jambi_dan_Melayu_Palembang
Rina Devianty. “Bahasa Sebagai Cermin Kebudayaan”, JURNAL TARBIYAH: UIN Sumatera Utara Medan, 24 (2). 227. http://dx.doi.org/10.30829/tar.v24i2.167
Syamsuddin, A.R. 1986. Sanggar Bahasa Indonesia. Jakarta: Universitas Terbuka.
Rengki Afria, Dimas Sanjaya, dan Mesha Tiara. “Leksikostatistik dan Grotokronologi Bahasa Melayu Palembang, Basemah Lahat, Basemah Pagaralam, dan Kayuagung: Kajian Linguistik Historis Komparatif”, Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, 11 (1). 27. http://dx.doi.org/10.31503/madah.v11i1.223
Wahyu Fajar Lestari dan Slamet Mulyono. “Kekerabatan Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa Ngoko Bidang Fonologi dan Kosakata: Kajian Linguistik Historis Komparatif”, Journal Metamorfosa, 11 (2). https://ejournal.bbg.ac.id/metamorfosa/article/view/2162/1506
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2026 Najmah Zuansyah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










