PARADIGMA TRAUMA CATHY CARUTH DALAM PUISI MEDITASI ABDUL HADI WIDJI MUTHARI

https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v15i3.63978

Penulis

Kata Kunci:

Abdul Hadi W.M, Caty Caruth, Memori, Sastra Trauma, Sufistik

Abstrak

Kajian terhadap puisi sufistik Indonesia umumnya menekankan dimensi spiritual dan simbolik, tetapi belum banyak yang secara khusus menelaah bagaimana pengalaman religius dalam puisi bekerja sebagai pengalaman traumatik. Celah ini tampak dalam pembacaan terhadap puisi “Meditasi” karya Abdul Hadi W.M., yang lebih sering dipahami sebagai ekspresi pencarian transendental daripada sebagai representasi krisis religius yang dibentuk oleh memori laten dan kesadaran yang datang terlambat. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana latency dan belatedness dalam paradigma trauma Cathy Caruth membentuk krisis religius subjek lirik dalam puisi “Meditasi”. Metode yang digunakan adalah close reading dengan menelusuri diksi, citraan tubuh, repetisi ritual, perpindahan ruang sakral, dan perubahan posisi “aku”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman sakral dalam puisi ini tampil sebagai sesuatu yang sekaligus memikat dan melukai. Hal itu tampak pada citra tubuh yang dingin, kelelahan melintasi ruang-ruang suci, dan pencarian berulang dari pintu ke pintu yang menandai kembalinya pengalaman yang tidak pernah sepenuhnya menyatu menjadi pemahaman utuh. Selain itu, puisi ini memperlihatkan bahwa krisis spiritual juga beririsan dengan dimensi politis ketika Tuhan digambarkan “makin sempit rasa kebangsaannya”, sehingga universalisme ilahi tampil sebagai medan perebutan representasi. Melalui aporia penutup, puisi ini menolak kepastian teologis yang menutup luka. Dengan demikian, penelitian ini mengusulkan konsep spiritualitas traumatik untuk menjelaskan hubungan trauma, sufisme, dan nasionalisme agama dalam puisi modern Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa kerangka Caruth dapat diterapkan secara produktif pada teks lokal tanpa menghapus konteks kulturalnya.

Biografi Penulis

Mochammad Bagja Agung Nugraha Zainaldy, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

UIN Sunan Gunung DJati Bandung - Dosen

Referensi

Abubakar, S. (2017). Art as Narrative : through Literature Recounting Trauma. Institute Of Research Advances, 08(01), 120.

Aulia Azzahra, A. (2022). Analisis Struktural Puisi Sendiri Karya Abdul Hadi W . M. Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 1(3), 40.

Azmi, M. N. L. (2018). A New Beginning of Trauma Theory in Literature. 57–65. https://doi.org/10.18502/kss.v3i4.1918

Brewin, C. R. (2015). Re-experiencing traumatic events in PTSD: new avenues in research on intrusive memories and flashbacks. 1, 1–5.

Caruth, C. (1991). Unclaimed Experience : of History Trauma and the Possibility. Studies, Yale French, 79, 181–192. http://www.jstor.org/stable/2930251

Fuad, K. (2020). Simbolisme Puisi Sufistik Odhy’s (Kajian Antologi Puisi Rahasia Sang Guru Sufi) Simbolism of Odhy’s Islamic Mysticism Poetry (Study of Poetry Antology Rahasia Sang Guru Sufi). Atavisme, 23(1), 76. https://doi.org/10.24257/atavisme.v23i1.622.75-88

Hermawan, H. S. (2023). ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA PUISI BENCANA, PETAKA, DAN KARUNIA KARYA TRI BUDHI SASTRIO. 5(2), 195–207.

Maslida, N. R., & Wajiran, W. (2025). Trauma representation in Kazuo Ishiguro ’ s Never Let Me Go : A narrative study based on Cathy Caruth ’ s Theory. LEKSIKA, 19. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.30595/lks.v19i2.26518 ©2025

Mohamed Ali Zoromba; Abeer Selim; Ateya Megahed Ibrahim; Mohamed Gamal Elseh; Elsehrawy; Sameer A. Alkubati; Ali D. Abousoliman, H. E. E.-G. (2024). Heliyon Advancing trauma studies : A narrative literature review embracing a holistic perspective and critiquing traditional models. Heliyon, 10(16), e36257. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e36257

Musdalifa, Samad, A. G., Anies, S. H., & Syarif, S. (2025). Trauma Psikologis dalam Antologi Puisi Aku Ini Binatang Jalang Karya Chairil Anwar: Kajian Psikologi Sastra. AL GAZALI, 8(1).

Muthari, A. H. W. (1982). Meditasi. Balai Pustaka.

Muzi, Li. (2025). Analysis of Paul Harding ’ s Tinkers from the Perspective of Cathy Caruth ’ s Trauma Theory. Research Journal of English Language and Literature (RJELAL), 8992(Ici). https://doi.org/10.33329/rjelal.13.2.152

Pickett, G. L. (2024). “ So Beautiful That Mortal. Eyes Can ’ t Take It ”: How Postmodernism Shows Us the Function of the Beautiful in the Landscape of the Traumatic.

Ruda, F., & Hamza, A. (2022). The Present of Poetry. Crisis and Critique, 9(1), 6.

Sartika, E. (2020). TRAUMATIC EXPERIENCES IN EKA KURNIAWAN ’ S NOVEL SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS. 8(2), 121–138. https://doi.org/10.22146/poetika.55895

Sujarwoko, Kasnadi, S. (2024). Ekspresi Sufistik Bentuk Pantun dan Syair dalam Puisi-Puisi Abdul Hadi W.M. Jurnal LEKSIS, 4(1), 41.

Ula, M. (2016). SIMBOLISME BAHASA SUFI ( Kajian Hermeneutika terhadap Puisi Hamzah Fansuri ). RELIGIA, 19(2), 27.

Diterbitkan

2026-04-28

Cara Mengutip

Zainaldy, M. B. A. N., & Jihadah, N. (2026). PARADIGMA TRAUMA CATHY CARUTH DALAM PUISI MEDITASI ABDUL HADI WIDJI MUTHARI. Metahumaniora, 16(1), 1–9. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v15i3.63978