Pemberdayaan Mahasiswa melalui Design Thinking dalam Merancang Solusi Berbasis Kebutuhan Pengguna
Abstrak
Program kemahasiswaan kerap dirancang dari gagasan pengurus sebelum kebutuhan mahasiswa sebagai pengguna digali secara sistematis. Kegiatan Design Thinking Express bertujuan memperkuat kapasitas mahasiswa dalam merancang solusi yang berangkat dari kebutuhan pengguna. Workshop dilaksanakan secara daring pada 27 September 2026 melalui kolaborasi Himpunan Mahasiswa Sastra Arab (HIMASA) Universitas Padjadjaran dan Corporate Innovation Asia (CIAS), melibatkan 19 mahasiswa dalam lima kelompok. Peserta mempraktikkan lima tahap Design Thinking: Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test melalui wawancara pengguna, perumusan masalah, pengembangan prototipe, dan pengujian solusi. Analisis deskriptif dilakukan terhadap project report kelompok, catatan fasilitator, dan refleksi peserta yang dianonimkan. Lima kelompok menghasilkan solusi ResGo!, SinergiKita, Sobat Rantau, Ta’allam, dan MABAR. Wawancara dan pengujian membantu peserta mengoreksi asumsi awal setelah solusi yang diujikan mendapatkan umpan balik. Catatan fasilitator juga menunjukkan pergeseran dari ketergantungan pada arahan menuju pembagian peran dan pengambilan keputusan yang lebih mandiri pada beberapa kelompok. Kegiatan ini menunjukkan bahwa Design Thinking dapat digunakan sebagai pendekatan pemberdayaan mahasiswa yang menempatkan kebutuhan pengguna, pengujian gagasan, dan iterasi sebagai bagian dari proses belajar. Program lanjutan memerlukan waktu praktik dan evaluasi tindak lanjut yang lebih memadai.Diterbitkan
2026-10-19
Cara Mengutip
Syabana, M. N., Fitriani, L. C., & Hazbini. (2026). Pemberdayaan Mahasiswa melalui Design Thinking dalam Merancang Solusi Berbasis Kebutuhan Pengguna. Midang, 4(3). https://doi.org/10.24198/midang.v4i3.64138
Terbitan
Bagian
Artikel
Copyright & Licensing
Hak Cipta (c) 2026 Muntazhar Nur Syabana, Linda Choeriah Fitriani, Hazbini

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








