RESISTENSI PRIBUMI TERHADAP PANDANGAN ORIENTALIS KOLONIAL DALAM FILM BUMI MANUSIA (2019)
DOI:
https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v11i3.35771Kata Kunci:
orientalisme, Edward Said, representasi, Bumi ManusiaAbstrak
Indonesia yang dulu bernama Hindia-Belanda pernah menjadi sasaran para kaum kolonial untuk menjalankan praktik dominasinya selama berabad-abad. Eksploitasi, konflik, perlawanan serta otonomi menjadi catatan sejarah bagi Indonesia pada masa kolonial. Isu mengenai kolonialisme hari ini masih banyak muncul dalam berbagai media kehidupan, serperti misalnya pada media film. Pada tahun 2019, Falcon Pictures merilis film Bumi Manusia sebagai adaptasi dari novel karya sastrawan legendaris indonesia, Pramoedya Ananta Toer. Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini menceritakan kebingungan tokoh utama Minke yang terjebak di antara kekaguman dan kebencian terhadap kebudayaan dan kemajuan inovasi dan teknologi bangsa Eropa yang pada saat itu sedang menduduki Hindia-Belanda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana film Indonesia sebagai bagian dari negara Timur merepresentasikan pandangan Orientalisme Barat pada masa kolonialisme dalam film Bumi Manusia (2019). Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan poskolonial Edward Said, teori struktur film Boggs & Petrie serta struktur drama Gustav Freytag. Hasil penelitian menujukkan bahwa film ini menampilkan adanya diskursus tandingan (counter discourse) terhadap Orientalisme yang diupayakan sebagai pembalikkan stereotip Timur terhadap Barat melalui re-presentasi atau penggambaran kembali pribadi pribumi yang sesungguhnya sebagai alat resistensi pribumi di masa kolonial.Referensi
Afsani, N. N. (2020, January 4). Ekranisasi Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer ke
dalam Film. https://doi.org/10.31227/osf.io/36zde
Brammastian, I. Z.. (2019). “The Orientalism of Arabs in Larry Charles Film’s The Dictator.”
Haluan Sastra Budaya. Vol. 3, No. 1, p. 62-73
Burney, S. (2012). CHAPTER THREE: "Re-doing the Narratives of Empire": Representation and
Re-presentation. Counterpoints, 417, 61-103.
Burney, S. (2012). CHAPTER FOUR: Resistance and Counter-Discourse: Writing Back to the
Empire. Counterpoints, 417, 105-116.
Dajani, N. Z. J. (2000). “Arabs in Hollywood : Orientalism in film (T). University of British
Columbia. “ https://open.library.ubc.ca/collections/ubctheses/831/items/1.0099552
James, J. (2012, Jun 15). “Orientalism inverted”. The Wall Street Journal Asia
Jannah, S.K., & Lestari, S.B. (2020). Representasi Orientalisme dalam Film Crazy Rich Asians.
Interaksi Online Vol. 8, No.1, p. 1-7
Maruf, I. (2014). “The Representation of Persians as Villains in a Movie ‘300’: An Analysis of
Orientalism Perspective by Edward Said.”
Perdana, M. P. (2020). Representasi Ideologi Orientalisme dalam Film “Kenapa Harus Bule?
(Tesis). Yogyakarta: Universitas Atmajaya.
Protschky, S. (2011). “Images of the tropics : Environment and Visual Culture in Colonial
Indonesia.” ProQuest Ebook Central https://www.proquest.com
Said, Edward (2001). Viswanathan, Gauri (ed.). Power, Politics, and Culture: Interviews with
Edward W. Said. New York: Vintage. p. 12.
Scurry, S, "Orientalism in American Cinema: Providing an Historical and Geographical Context for
Post-Colonial Theory" (2010). All Theses. 789. https://tigerprints.clemson.edu/all_theses/
Sudarisman, Y. (2016). Sastra Sebelah: Perlakukan Film sebagai Film!. Jurnal al-Tsaqafa, Vol. 13,
No. 02, p. 244-254.
Wibisono, Jill Arista, Tjahjo, Judy D.W., & Megawati, Wahjudinata. (2017). Representasi
Orientalisme dalam film The Great Wall. Jurnal SCRIPTURA, Vol. 7, No.1, p. 36-45
Boggs, J. M., & Petrie, D. W. (2008). The art of watching films. Boston: McGraw-Hill.
Freytag, G (1863). “Die Technik des Dramas (in German)”. Archived from the original on 16
January 2009. Retrieved 20 January 2009.
Mamdani, Mahmood. (2004). Good Muslim, Bad Muslim: America, the Cold War, and the Roots of
Terrorism New York: Pantheon; ISBN 0-375-42285-4; p. 32.
Said, Edward. W. (1978). Orientalism. New York: Vintage Books
Sharp, J. (2009). Geographies of Postcolonialis: Spaces of Power and Representation. SAGE
publications.
Unduhan
File Tambahan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










