SEJARAH MARITIM FILIPINA: ETNIS, AGAMA, KEBUDAYAAN, DAN KEHIDUPAN SUKU-SUKU MARITIM DI LAUT SULU ABAD KE-18 – 20.

Penulis

  • Heru Mulyanto Universitas Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v11i3.36423

Kata Kunci:

sejarah maritim, etnis, agama, kebudayaan, laut sulu

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menjelaskan kebudayaan-kebudayaan masyarakat maritim di Laut Sulu, etnis-etnis pendukungnya, agama yang dianut, dan kebudayaan masyarakat di wilayah Mindanao hingga ke pesisir Kalimantan Utara. Selain itu, dalam penelitian ini dibahas pula perbedaan jenis-jenis kapal yang digunakan oleh etnis maritim Laut Sulu dengan jenis-jenis kapal lain di Asia Tenggara. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif dengan sumber literatur yang diwujudkan melalui tahapan-tahapan penelitian sejarah, yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil yang di dapat penelitian ini menunjukkan kesimpulan bahwa peristiwa perompakan pada abad ke-18 yang terjadi di Asia Tenggara dilatarbelakangi oleh kepentingan etnis-etnis maritim di Laut Sulu dan sekitarnya yang terdesak oleh tuntutan perdagangan internasional dan sebagian besar masyarakatnya berafiliasi di Maguindanao (Mindanao tengah) dan Kesultanan Sulu. Perampokan, penawanan dan perbudakan berperan penting dalam pembentukan struktur sosial dan ekonomi masyarakat ini. Budaya nomaden mereka juga masih dilestarikan hingga kini dan karena hal tersebut, sebagian besar suku laut seberti Sama-Bajau tidak memiliki kewarganegaraan manapun dan hidup di atas perahu dengan berpindah-pindah pulau.

Biografi Penulis

Heru Mulyanto, Universitas Indonesia

Departemen Sejarah - Mahasiswa, Peneliti

Referensi

Buku

Dermawan, Agus, dkk. 2019. Suku Laut: Mengarungi Kehidupan Selingkar Sampan. Jakarta: Kementrian Kelautan dan Perikanan.

Lapian, A.B. 2009. Orang Laut, Bajak Laut, Raja Laut: Sejarah Kawasan laut Sulawesi Abad XIX. Depok: Komunitas Bambu.

Republic of the Philippines National Statistics Office Manila. 2010. 2010 Census of Population and Housing: Report No. 2A Demographic and Housing Characteristics (Non-Sample Variables). Manila: Philippine Statistics Authority.

Satria, Arif. 2015. Pengantar Sosiologi Masyarakat Pesisir. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor.

Warren, James F. 2007. A World of Water. Leiden: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV) Press.

Jurnal Ilmiah dan Skripsi

Ali, Ismail. 2019. “The Hegemony of the Vikings of the Eastern Seas in Borneo during the 18th and 19th Century”. INSANCITA: Journal of Islamic Studies in Indonesia and Southeast Asia, Volume 4(1), February 2019.

Budiarti, Nissa. 2009. Muslim Moro Filipina: Tragedi Jabidah di Corregidor 1968. Skripsi. Universitas Indonesia.

Chaidar, Al; dkk. 2018. “Mindanao, Konflik dan Terorisme: Kajian Pendahuluan atas Ketegangan di Filipina Selatan”. SIASAT Journal of Social, Cultural and Political Studies, 2 (1) January 2018, 1-12.

Gaynor, L. Jennifer. 2013. “Ages of Sail, Ocean Basins, and Southeast Asia”. Journal of World History , June 2013, Vol. 24, No. 2 (June 2013), pp. 309-333.

Ghofur, Abdul. 2016. “Dinamika Muslim Moro di Filipina Selatan dan Gerakan Separatis Abu Sayyaf”. Sosial Budaya, Vol. 13, No.2, Juni 2016, pp. 175 – 188.

Headly, D. 1951. “Some Illanun and Bajau Marriage Customs in the Kota Belud District, North Borneo”. Journal of the Malayan Branch of the Royal Asiatic Society, Vol. 24, No. 3 (156) (October , 1951), pp. 159-162. MBRAS.

Hoogervorst, Tom Gunnar. 2012. “Ethnicity and Aquatic Lifestyles: Exploring Southeast Asia’s Past and Present Seascapes”. Water Hist (2012) 4:245–265.

Jastro, Elymart. 2010. Kajian Perahu Tradisional Nusantara di Museum Bahari, Jakarta Utara (Proses Produksi Pesan Tentang Teknologi Perahu). Skripsi. Depok: Universitas Indonesia.

Kanasidena, Nazeka. 2019. “Leksikon Pemikiran Nazeka Kanasidena” (Edisi 140). Scribd.id.

Lumbon, Yusdian, dkk. 2021. “Nilai Pengantin Perempuan dalam Mas Kawin Suku Banggai ditinjau dari Konsep Imago Dei dalam Kejadian 1:26-27”. Jurnal Misioner. www.jurnal.sttkibaid.ac.id//Vol. 1 No. 1 (2021), hal. 41-59/.

Maglana, Matthew Constancio. 2016. “Understanding Identity and Diaspora: The Case of the Sama-Bajau of Maritime Southeast Asia”. Jurnal Sejarah Citra Lekha, Vol. 1, No. 2, 2016, hlm. 71-80. eJournal Universitas Diponegoro.

Murtadlo, Muhamad. 2015. “Islam dan Pendidikan Madrasah di Filipina”. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan, Volume 13, Nomor 1, April 2015.

Nimmo, H. Arlo. 1990. “Religious Beliefs of the Tawi-Tawi Bajau”. Philippine Studies , First Quarter 1990, Vol. 38, No. 1 (First Quarter 1990), pp. 3- 27. ATENEO.

Nimmo, H. Arlo. 1990. “The Boats of the Tawi-Tawi Bajau, Sulu Archipelago, Philippines”. Asian Perspectives , 1990, Vol. 29, No. 1 (1990), pp. 51-88.

Priyatna, Fatriyandi Nur & Sumartono. 2011. ”Pola Pemanfaatan Sumber Daya, Subsistensi dan Pola Hubungan Patron-Klien Masyarakat Nelayan Danau Tempe, Sulawesi Selatan”. Jurnal Matematika, Saint dan Teknologi, Volume 12, Nomor 1, Maret 2011, 37-45.

Susilowati, Endang. 2012. “Etnis Maritim dan Permasalahannya”. Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro.

Wahab, Mohd Rohaizat Abdul; dkk. (2015). “Penggelintaran Jenis Perahu Tradisi Malayonesia di Selangor”. Kesturi 2015, 25(2): 1-24.

Warren, James F. 1977. “Slave Markets and Exchange in the Malay World: The Sulu Sultanate, 1770-1878”. Journal of Southeast Asian Studies , Sep., 1977, Vol. 8, No. 2 (Sep., 1977), pp. 162-175.

Warren, James F. 1996. “Looking Back on ‘The Sulu Zone’: State Formation, Slave Raiding and Ethnic Diversity in Southeast Asia”. Journal of the Malaysian Branch of the Royal Asiatic Society , 1996, Vol. 69, No. 1 (270) (1996), pp. 21-33.

Warren, Jim. 1978. “Who Were the Balangingi Samal? Slave Raiding and Ethnogenesis in Nineteenth-Century Sulu”. The Journal of Asian Studies , May, 1978, Vol. 37, No. 3 (May, 1978), pp. 477-490.

Internet

Kasten, Michael. 2016. “30 Meter Luxury Charter Pinisi / 'KLM'”. Diakses dari http://www.kastenmarine.com/kapal_layar_mesin.htm tanggal 18 Oktober 2021.

Matias, Jonathan R. (Tanpa Tahun). “Attack on Cotta: Thoughts of an Iranun Warrior at Sunrise on the Day of Salakayan”. Diakses dari http://sulugarden.com/articles/attack-on-cotta-thoughts-of-an-iranun-warrior-at-sunrise-on-the-day-of-salakayan/ tanggal 18 Oktober 2021.

Unhamzah. (Tanpa Tahun). “Lanong: Ilmu Pengetahuan Dunia”. Diakses dari http://p2k.unhamzah.ac.id/id3/2-3073-2970/Lanong_50787_p2k-unhamzah.html tanggal 16 Oktober 2021.

Unduhan

Diterbitkan

2021-12-31

Cara Mengutip

Mulyanto, H. (2021). SEJARAH MARITIM FILIPINA: ETNIS, AGAMA, KEBUDAYAAN, DAN KEHIDUPAN SUKU-SUKU MARITIM DI LAUT SULU ABAD KE-18 – 20. Metahumaniora, 11(3), 297–313. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v11i3.36423