BAGIAN TUBUH SEBAGAI SARANA PENGUNGKAP EMOSI MARAH ORANG SUNDA: KAJIAN METAFORA KOGNITIF
DOI:
https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v13i3.49780Kata Kunci:
bagian tubuh, emosi marah, orang Sunda, semantik kognitifAbstrak
Tulisan ini mendeskripsikan bagian tubuh yang digunakan sebagai sarana orang Sunda dalam mengekspresikan emosi marahnya melalui penggambaran metafora kognitif. Kajian yang digunakan dalam tulisan ini adalah kajian semantik kognitif dengan berfokus pada teori Lakoff dan Johnson (2003) yang diperjelas oleh Saeed (2006). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan metode kajian distribusional. Dihasilkan lima jenis bagian tubuh yang digunakan sebagai sarana pengungkap ekspresi emosi marah orang Sunda, yaitu: (1) bagian tubuh beungeut ‘wajah’; (2) bagian tubuh dada ‘dada’; (3) bagian tubuh getih ‘darah’; (4) bagian tubuh haté ‘hati’; dan (5) bagian tubuh mata atau panon ‘mata’. Skema citra yang dihasilkan oleh metafora bagian tubuh pengungkap ekspresi emosi marah adalah: [1] skema citra indentity, [2] skema citra force, [3] skema citra space, [4] skema citra container, [5] skema citra path, dan [6] skema citra activityReferensi
Fauzi, M.I, (2021). Konseptuliasasi Metafora dalam Pidato Pelantikan Presiden Joko Widodo Jurnal Lingua. XVII,(1).
Indra, Y. (2017). Analisis Semantik Metafora Warna Bahasa Minangkabau. Metalingua, 15,(1), 117-128.
Khairani, M. (2016). Psikologi Umum. Cet. II. Edisi Revisi. Yogyakarta: Aswaja Presindo
Kovecses, Z. (2010). Metaphor. A Practical Introduction. New York: Oxpord University Press.
Lakoff, G. & Jhonson, M. (2003). Methaphors We Live By. Chicago: The University of Chicago Press.
Lyra, H.M. (2016). Citra Haté ‘Hati’ dalam Metafora Orientasional dalam Bahasa Sunda. Metalingua. 14,(2).
Lyra, H.M. (2018). Konseptualisasi Sosiokultural Masyarakat Sunda dalam Metafora Konseptual Bagian Tubuh. Metahumaniora. 8,(1), DOI:10.24198/metahumaniora
Lyra, H.M. (2018). Konsep Ruang dalam Metafora Bagian Tubuh Bahasa Sunda: Kajian Semantik Kognitif. Metahumaniora. 8,(3), DOI:10.24198/metahumaniora
Lyra, H.M. (2021). Ekspresi Emosi Orang Sunda dalam Metafora Kognitif. Seminar Nasional “Penguatan Jati Diri Bangsa Melalui Pembelajaran Bahasa dan Sastra Daerah. Purwokerto: Universitas Muhammadiyah
Nirmala, D. (2014). Proses Kognitif dalam Ungkapan Metaforis. Semarang: Diponegoro University
Saeed. 2003. Semantics. Oxford:Blackwell Publisher Ltd.
Suciati. 2015. Psikologi Komunikasi. Cet. I. Yogyakarta: Buku Litera.
Sudaryanto. 1992. Metode Linguistik ke Arah Memahami Metode Linguistik. Jogjakarta: Gadjah Mada University Press
Wahya, (2021). Tipe Keberderetan Fatis Bahasa Sunda dalam carita Budak Minggat. Metahumaniora. 11,(1). DOI:10.24198/metahumaniora
Wolde, E.J. van (2017), Cognitive Linguistics and the Hebrew Bible. Illustrated with a Study of Job 28 and Job 38. In: Isaksson, B., Eskhult, M., Ramsay,G. (eds), The Professorship of Semitic Languages at Uppsala University 400 years. Jubilee Volume from a Symposium held at the University Hall, 21-23 September2005 Uppsala University, Upssala, 247-277
Unduhan
File Tambahan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Metahumaniora dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Metahumaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
Pernyataan Privasi
Semua informasi yang diberikan kepada Jurnal Metahumaniora akan digunakan sebatas kepentingan jurnal sebagaimana dicantumkan dalam laman Jurnal Metahumaniora dan tidak akan diberikan kepada pihak lain untuk kepentingan apapun.
Penulis dan editor akan saling menjaga privasi satu sama lain guna menghindari segala bentuk pelanggaran hak cipta, seperti duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
Naskah artikel ini adalah asli karya penulis yang belum pernah dipublikasikan di jurnal (media) manapun. Dalam naskah artikel penulis harus mengutip (sitasi) tulisan yang dimuat dalam jurnal Metahumaniora. Jika terdapat duplikasi penerbitan, naskah akan dicabut/dihapus oleh dewan redaksi










