REVITALISASI BUDAYA BEAS PERELEK SEBAGAI MODAL SOSIAL DAN INSTRUMEN EKONOMI KOMUNITAS: STUDI KASUS DI DESA TANJUNGWANGI, KECAMATAN TANJUNGMEDAR, KABUPATEN SUMEDANG

https://doi.org/10.24198/midang.v3i2.63843

Penulis

Kata Kunci:

Beas perelek; modal sosial; ekonomi komunitas; budaya lokal; pembangunan desa

Abstrak

Budaya beas perelek merupakan salah satu warisan kearifan lokal masyarakat Sunda yang mengandung nilai solidaritas dan ketahanan sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji revitalisasi budaya beas perelek di Desa Tanjungwangi sebagai bentuk penguatan modal sosial dan inovasi ekonomi komunitas. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengelola dan warga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak tahun 2008, beas perelek mengalami reformasi kelembagaan, manajemen, dan fungsi sosial-ekonominya. Tradisi ini kini tidak hanya menjadi sistem ketahanan pangan, tetapi juga mendukung pemberdayaan perempuan dan kegiatan simpan pinjam berbasis komunitas. Revitalisasi beas perelek di Tanjungwangi menjadi contoh konkret integrasi nilai tradisional dan inovasi sosial dalam pembangunan desa.

Biografi Penulis

Trisna Gumilar, Scopus id:57210573431 Departemen Sastra dan Kajian Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadadjaran, Indonesia

Dept SKB FIB

Referensi

Geertz, C. (1962). The Rotating Credit Association: A “Middle Rung” in Development. Economic Development and Cultural Change, 10(3), 241–263.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi (ed. revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Mukti, A. (2004). Ekonomi Sosial Masyarakat Sunda: Nilai-nilai Tradisional dan Ketahanannya di Tengah Perubahan. Bandung: Pustaka Budaya.

Putnam, R. D. (1993). Making Democracy Work: Civic Traditions in Modern Italy. Princeton, NJ: Princeton University Press.

Rusnandar, N. (2017). Beas Perelek: Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Purwakarta. Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research, 8(3), 301-316.

Scott, J. C. (1976). The Moral Economy of the Peasant: Rebellion and Subsistence in Southeast Asia. New Haven: Yale University Press.

Mansuri, G., & Rao, V. (2004). Community-Based and -Driven Development: A Critical Review. The World Bank Research Observer, 19(1), 1–39.

Narayan, D. (1995). The Contribution of People’s Participation: Evidence from 121 Rural Water Supply Projects. Environmentally Sustainable Development Occasional Paper Series No. 1. Washington, DC: World Bank.

Diterbitkan

2025-06-17

Cara Mengutip

Karyaningsih, T. Y., Gumilar, T., & Khoeruman, H. F. (2025). REVITALISASI BUDAYA BEAS PERELEK SEBAGAI MODAL SOSIAL DAN INSTRUMEN EKONOMI KOMUNITAS: STUDI KASUS DI DESA TANJUNGWANGI, KECAMATAN TANJUNGMEDAR, KABUPATEN SUMEDANG. Midang, 3(2), 69–74. https://doi.org/10.24198/midang.v3i2.63843

Artikel Serupa

1 2 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.