RAHMATAN LIL 'ALAMIN SEBAGAI LANDASAN KONSEPSI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT: KONTEKSTUALISASI QS. AL-ANBIYA AYAT 107 DALAM PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Kata Kunci:
Rahmatan lil 'alamin; pemberdayaan masyarakat; Al-Anbiya 107; pengabdian kepada masyarakat; pemberdayaan berbasisAbstrak
Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi yang bertujuan meningkatkan kapasitas individu maupun kelompok agar mampu menyelesaikan berbagai persoalan sosial secara mandiri dan berkelanjutan. Dalam perspektif Islam, pemberdayaan masyarakat tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan material, tetapi juga diarahkan pada pembentukan kehidupan yang berkeadilan, bermartabat, dan membawa kemaslahatan bagi seluruh makhluk. Artikel ini bertujuan mengkontekstualisasikan makna rahmatan lil 'alamin dalam QS. Al-Anbiya ayat 107 sebagai landasan konseptual pemberdayaan masyarakat pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif melalui studi kepustakaan yang dipadukan dengan pendekatan partisipasi dalam pelaksanaan program pengabdian. Analisis dilakukan terhadap ayat Al-Quran, kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur mengenai pemberdayaan masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep rahmatan lil 'alamin mengandung nilai kasih sayang, keadilan, inklusivitas, penghormatan terhadap martabat manusia, serta keberlanjutan yang sangat relevan dijadikan paradigma dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program pemberdayaan masyarakat. Nilai-nilai tersebut mendorong transformasi masyarakat secara holistik melalui peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan, partisipasi aktif, dan kemandirian sosial. Dengan demikian, QS. Al-Anbiya ayat 107 memiliki relevansi yang kuat sebagai dasar konseptual dalam membangun model pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kemaslahatan universal.Referensi
Alifah, H. Z. (2025). Makna dan Konsep Islam Rahmatan lil ‘Alamin. At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora, 9(1). DOI: 10.47006/attazakki.v9i1.23974
Hidayah, I. N., Kurniawaty, I., & Parhan, M. (2025). Reinforcing School Culture through Religious-Based Habituation. Jurnal Pendidikan Karakter, 16(2). https://doi.org/10.21831/jpka.v16i2.88704
IMAM, I. M. H. (2025). Konsep Rahmatan lil ‘Alamin dalam QS. Al-Anbiya’ [21]: 107 Perspektif Muhammad Mutawalli al-Sya’rawi dan Implikasinya terhadap Dakwah Kontemporer. JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication, 5(02), 17-27. https://doi.org/10.33754/jadid.v5i02.1790
Kosasih, A., Sofianto, K., Nugrahanto, W., & Septiani, A. (2025). PEMBERDAYAAN SEBAGAI ALTERNATIF PENDEKATAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT. Midang, 3(1), 9–14. https://doi.org/10.24198/midang.v3i1.61446
Sahdan, F., & Sa’idy. (2026). Konsep Islam Rahmatan Lil ‘Alamin sebagai Landasan Etika Ekologis dalam Krisis Lingkungan Modern. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(2), 113–131. https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.49391
Susilo, R. K. D., & Syahputra, M. Y. I. (2026). The Implementation of Cultural and Religious Empowerment for Social Cohesion: A Local Governance Perspective. Journal of Governance and Public Policy, 13(1), 109–123. https://doi.org/10.18196/jgpp.v13i1.26742
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2026 Ade Kosasih, Kunto Sofianto, Muntazhar Nur Syabana

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.






