PEMBINAAN APRESIASI SASTRA (FOLKLOR) DALAM RANGKA PENGUATAN KARAKTER BANGSA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA KALIRAHAYU DAN DESA TAWANGSARI, KECAMATAN LOSARI, KABUPATEN CIREBON

https://doi.org/10.24198/midang.v3i2.63842

Penulis

  • Asri Soraya Afsari Universitas Padjadjaran
  • Cece Sobarna Program Studi Sastra Sunda, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran
  • Taufik Ampera Program Studi Sastra Sunda, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran

Kata Kunci:

apresiasi sastra; karakter bangsa; siswa SD; penyuluhan; lomba bercerita

Abstrak

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan minat apresiasi sastra bagi siswa sekolah dasar, menumbuhkan kebanggaan siswa terhadap kekayaan khazanah cerita rakyat setempat, meningkatkan keterampilan siswa dalam bercerita, dan mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa yang terkandung dalam cerita rakyat. Kegiatan ini meliputi penyuluhan dan apresiasi sastra.  Melalui kegiatan penyuluhan, masyarakat sasaran diberi materi mengenai pengetahuan sastra, pentingnya apresiasi sastra dalam rangka penguatan karakter bangsa bagi siswa SD. Adapun apresiasi sastra sebagai tahap evaluasi kegiatan ini dilakukan dengan mengadakan lomba bercerita tingkat SD.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berdasarkan pendekatan kelompok, ceramah, dan diskusi. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa pemberian materi terkait pentingnya penguatan karakter bangsa bagi siswa menambah wawasan kepada guru-guru SDN Paningkiran dan Panjalin Kidul. Pada tahap evaluasi apresiasi sastra, para siswa sangat antusias mengikuti kegiatan lomba bercerita.

Referensi

Aini, F.Q. (2024). Pendidikan Karakter Sebagai Landasan Pembentukan Generasi Muda. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 3(4) https://doi.org/10.30640/dewantara.v3i4.3321

Depdiknas, (2002). Rumusan Tujuan Pendidikan Nasional Seni. Jakarta.

Djohar. (2003). Pendidikan Strategik: Alternatif untuk Pendidikan Masa Depan. Yogyakarta: LESFI.

Efendi, O.U. (1986). Dinamika Komunikasi. Bandung: Remadjakarya: Bandung.

Effendi, S. (2009). Panduan Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar. Cet. VI. Jakarta: Pustaka Jaya.

Garna, J.K. (2008). Budaya Sunda: Melintas Waktu Menantang Masa Depan. Bandung: Lembaga Penelitian Unpad dan Judistira Garna Foundation.

Imran, M.C. (2023). Penguatan Pembelajaran Apresisasi Sastra Melalui Pelatihan Membaca Puisi. Community Development Journal, 4(1), 481- 485.

Istiyani, C.P. (2004). Tubuh & Bahasa. Yogyakarta: Galang Press.

Juhara, E. (2008). 20 Cara Jitu Mengarang Puisi. Majalengka: Penerbit Nuansa.

Kementerian Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama. (2011). Panduan Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Pertama. Jakarta.

Pantu, A. & Luneto, B. (2014). Pendidikan Karakter dan Bahasa. Jurnal Al-Ulum, 14(1).

Profil Desa Tahun 2020 Desa Paningkiran, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka.

Rasyid, R. (2024). Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Dunia Pendidikan. JURNAL BASICEDU. 8(2), 1278-1285. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i2.7355

Undang-Undang no. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 1.

Diterbitkan

2025-06-17

Cara Mengutip

Afsari, A. S., Sobarna, C., & Ampera , T. (2025). PEMBINAAN APRESIASI SASTRA (FOLKLOR) DALAM RANGKA PENGUATAN KARAKTER BANGSA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA KALIRAHAYU DAN DESA TAWANGSARI, KECAMATAN LOSARI, KABUPATEN CIREBON. Midang, 3(2), 75–80. https://doi.org/10.24198/midang.v3i2.63842

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

1 2 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.